BATAM TERKINI

OJK Kepri: Nasabah Simpanan Pelajar (SimPel) Tumbuh 98,74 Persen

Sejalan dengan Hari Menabung Indonesia, OJK Kepri baru saja meresmikan Kawasan Unggul Terpadu (Kampung) Inklusi Keuangan di Kecamatan Sagulung.

OJK Kepri: Nasabah Simpanan Pelajar (SimPel) Tumbuh 98,74 Persen
Tribun Batam/Argianto DA Nugroho
Iwan M Ridwan, Ketua OJK Kepri 

OJK Kepri: Nasabah Simpanan Pelajar (SimPel) Tumbuh 98,74 Persen

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Iwan M Ridwan, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepulauan Riau mengungkapkan, jumlah nasabah Simpanan Pelajar (SimPel) di Kepri tumbuh sebesar 98,74 persen. 

“Di Kepri, saat ini ada total 31 Bank peserta Simpanan Pelajar (SimPel). Mereka telah berkomitmen dengan semua pemangku kepentingan, sehingga data terakhir yakni Juni 2019 diperoleh nasabah SimPel tumbuh 98,74 persen (yoy) menjadi 29.593 pelajar. Jika dihitung nilainya mencapai Rp 19,70 miliar,” ujarnya, Kamis (24/10/2019). 

Iwan mengatakan, dengan adanya Hari Menabung Indonesia pihaknya bisa menyebarluaskan pesan kepada masyarakat, mengubah perilaku dan mendorong kesadaran masyarakat terhadap budaya menabung. 

Sejalan dengan Hari Menabung Indonesia, OJK Kepri baru saja meresmikan Kawasan Unggul Terpadu (Kampung) Inklusi Keuangan di Kecamatan Sagulung Kota Batam.

Iwan menyebutkan, tingkat inklusi bisa dinaikkan melalui beberapa upaya. 

Salah satunya seperti melalui pemanfaatan produk-produk keuangan yang terjangkau dan bermanfaat bagi masyarakat. 

“Di antaranya yakni dengan asuransi nelayan yang memberikan perlindungan pada keluarga nelayan apabila terjadi kecelakaan atau kematian dengan subsidi premi atau premi yang terjangkau,” jelas Iwan. 

Iwan menyebut, data asuransi nelayan di Kepri saat ini hingga September 2019 ada 3.941 nelayan yang telah terdaftar sebagai nasabah. 

“Mereka terdaftar melalui program kementrian kelautan dan perikanan yaitu Bantuan Premi Asuransi Nelayan Indonesia. Untuk jumlah klaim yang telah dibayarkan sepanjang 2019 sebesar Rp 400 juta,” ucap Iwan. 

Iwan juga menyebut, terwujudnya Kampung Inklusi yang baru saja diresmikan di Batam tepatnya di Kecamatan Sagulung itu tak lepas dari kontribusi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Kepri. 

“TPAKD Kepri juga mampu membantu meningkatkan indeks inklusi keuangan agar lebih optimal,” sebut Iwan. 

Berdasarkan Peraturan Presiden RI nomor 82 tahun 2016 tentang Strategi Nasional Inklusi Keuangan (SNIK), Iwan menyebut target inklusi keuangan yang ditetapkan adalah sebesar 75 persen. 

Dengan angka tersebut diharapkan berdampak pada kesejahteraan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi baik untuk wilayah tingkat kelurahan, kecamatan maupun kabupaten atau kota.

“Saat ini untuk tingkat indeks inklusi keuangan Kepri berada pada persentase 74,5 persen. Tentu harapan kami kedepan bisa lebih baik dari target yang disampaikan oleh SNKI sebesar 75 persen itu,” ucapnya. (Tribunbatam.id/Nabella Hastin Pinakesti) 

Penulis: Nabella Hastin Pinakesti
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved