BINTAN TERKINI

7 Fakta Menarik Kasus Surat Tanah Palsu di Bintan, Belajar Otodidak hingga Raup Puluhan Juta Rupiah

Ulah tersangka pun terungkap setelah ada seorang warga bernama Edi Jon Piter

7 Fakta Menarik Kasus Surat Tanah Palsu di Bintan, Belajar Otodidak hingga Raup Puluhan Juta Rupiah
TRIBUNBATAM.ID/ALFANDI SIMAMORA
Suasana disaat Kasatreskrim Polres Bintan, AKP Agus Hasanudin menggelar ekpos kasus mafia tanah (Pemalsuan sertifikat tanah) di Mapolres Bintan, Jumat (25/10/2019). 

TRIBUNBINTAN.com, BINTAN - Satuan Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Bintan berhasil mengungkap pelaku mafia tanah yang beraksi di Kabupaten Bintan.

Dalam pengungkapan, satu orang Pria bernama Edi Subagio (43) warga Toapaya, Bintan diamankan pihak kepolisian.

Ulah tersangka pun terungkap setelah ada seorang warga bernama Edi Jon Piter yang merasa curiga dengan surat tanah yang dimilikinya dan didapat dari pelaku merupakan surat palsu.

Berikut 7 fakta menarik dari pengungkapan kasus penjualan surat tanah di Bintan.

1. Membuat Surat SPPT 

Kasatreskrim Polres Bintan, AKP Agus Hasanudin mengatakan, modus tersangka yakni membuat Surat Pengoperan dan Pengusaan Tanah (SPPT) kepada pembeli yang hendak membeli kapling darinya.

Agar surat tanah itu benar sudah diketahui perangkat Rt/Rw, Kepala desa hingga Camat, pelaku memalsukan surat keterangan tanah dengan memalsukan tanda tangan pejabat RT, RW hingga camat di Toapaya.

2. Palsukan Stempel

Agus Hasanudin menjelaskan, agar surat tanah itu benar sudah diketahui perangkat Rt/Rw, Kepala desa hingga Camat, pelaku memalsukan surat keterangan tanah dengan memalsukan tanda tangan pejabat RT, RW hingga camat di Toapaya.

"Stempel, nomor register surat tanah dan tanda tangan perangkat Rt/Rw dipalsukan semua oleh pelaku,"ungkapnya.

Halaman
1234
Penulis: Alfandi Simamora
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved