Kronologi Siswi SMA Diperkosa Sang Pacar saat Tidak Berdaya, Pelaku Kaget Lihat Korban Masih Hidup

Korban FN ditemukan dalam konsidi sudah tak berdaya setelah dianiaya dan diperkosa pacarnya FP.

Kronologi Siswi SMA Diperkosa Sang Pacar saat Tidak Berdaya, Pelaku Kaget Lihat Korban Masih Hidup
ISTIMEWA
Korban saat hendak dilarikan ke RS Bhayangkara, oleh Unit PPA Polresta Palembang 

Kronologi Siswi SMA Diperkosa Sang Pacar saat Tidak Berdaya, Pelaku Kaget Lihat Korban Masih Hidup

TRIBUNBATAM.id- Sungguh tragis nasib seorang siswi SMA berinisial FN.

Ia menjadi korban pemerkosaan dan juga penganiayaan. Pelaku penganiayaan dan pemerkosaan tak lain adalah pacar korban yakni FP pemuda berusia 18 tahun.

Polisi pun saat ini sudah mengamankan FP untuk dilakukan pemeriksaan.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit PPA, Iptu Tohirin dan Kasubnit PPA, Ipda Hendri mengatakan, pihaknya akan tetap meahan FP meski masih berstatuskan pelajar.

"Meski di berstatus pelajar, pelaku terpaksa kita tahan. Untuk korban juga telah dilakukan visum sebagai penguatan barang bukti," ungkapnya, Sabtu (26/10/2019) seperti dikutip TribunnewsBogor.com dari Tribun Sumsel.

Jadwal Liga 1, Senin Sore Ini Persib Bandung vs Persija Jakarta, Live Indosiar

Ramalan Zodiak Asmara Senin 28 Oktober 2019, Taurus Baiknya Mengalah, Gemini Butuh Dukungan Pasangan

Genap Berusia 91 Tahun, Ini Isi Teks Otentik Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

Tak hanya itu, pihak kepolisian juga sejumlah barang bukti seperti satu helai Bra milik korban, satu helai celana dalam milik korban, satu buah ikat pinggang milik korban, satu unit ponsel Merk Oppo A3 S milik pelaku, dan satu unit sepeda motor merk Honda Beat dengan nopol BG 5774 CU milik pelaku.

Pelaku sendiri ditangkap tanpa perlawanan saat sedang nongkrong bersama temannya di depan kosan pelaku di Jalan Veteran Palembang, Jumat (25/10) sekitar pukul 22.00 malam.

Bocah lelaki yang masih duduk di kelas 3 SMA ini langsung digiring oleh unit PPA Polresta Palembang untuk dimintai keterangannya.

"Pelaku kita ancam dengan Pasal 81 Ayat (1) juncto Pasal 76D UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, sebagaimana telah diubah dengan UU No 35 Tahun 2014 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," katanya.

Halaman
1234
Editor: Anne Maria
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved