Rabu, 29 April 2026

Daftar Serangan Harimau Sumatera ke Manusia di Riau dan Aceh hingga Oktober 2019

Daftar Serangan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) terhadap manusia, terjadi di Riau dan Aceh

Tayang:
Kolase Serambinews.com/Tribunnews.com/TribunPekanBaru
Jenazah pemuda Aceh yang meninggal diterkam Harimau setelah dievakuasi warga 

TRIBUNBATAM.id - Serangan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) terhadap manusia masih terjadi.

Sejak Januari hingga Oktober 2019, terdapat empat kasus serangan Harimau Sumatera yang menerkam manusia. 

Kebanyakan korban beraktivitas di hutan, yang jadi habitat Harimau Sumatera

Berikut lima kasus harimau terkam manusia yang dirangkum Kompas.com, Sabtu (26/10/2019).

 1. Harimau terkam Pencari Kayu

Sabtu 2 Maret 2019, seorang pria bernama Mardian diterkam harimau sumatera. Korban diterkam saat mencari kayu di hutan Sungai Raya, Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, Indragiri Hilir (Inhil).

Sebelum diserang harimau, korban bersama dua orang temannya sedang mencari dan mengolah kayu di hutan.

Namun, pada saat korban terpisah dengan dua temannya, tiba-tiba harimau menyerang dari belakang, saat korban mengolah kayu hutan menggunakan mesin chainsaw.

Beruntung nasib baik berpihak kepada Mardian.

Korban selamat setelah berhasil melawan harimau tersebut. Saat melakukan perlawanan, korban ditolong dua orang temannya.

Meski selamat, tapi korban mengalami luka di punggung dan kepala bagian belakang cukup parah.

Korban selanjutnya dievakuasi dari hutan menuju ke desa dan dilarikan ke rumah sakit untuk diberikan perawatan medis.

2. Harimau Terkam Karyawan Perusahaan

Kasus yang kedua, terjadi pada, Kamis 23 Mei 2019.

Korban bermama M Amri (30), tewas diterkam harimau.

Korban tewas diterkam saat memanen akasia milik PT RIA di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil.

Korban yang merupakan karyawan perusahaan tersebut, adalah warga asal asal Dusun Perasak, Desa Gapura, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Sebelum diterkam, korban awalnya panen akasia bersama delapan orang temannya.

Namun, pada saat teman-temannya sudah kembali ke camp untuk beristirahat, korban masih berada di dalam kebun akasia.

Karena tak kunjung tiba di camp, teman-temannya merasa cemas, sehingga kembali menuju lokasi kerja.

Namun, korban tidak ditemukan. Korban akhirnya dicari menggunakan eskavator menyusuri kebun akasia.

Sekitar satu jam pencarian, korban ditemukan tewas tergeletak di tanah dengan penuh luka di tubuhnya.

Tak jauh dari lokasi, rekan sepekeja korban melihat seekor harimau, yang berjalan masuk ke dalam hutan. Korban tewas dengan luka gigitan harimau di tengkuk dan leher.

Selanjutnya, korban dievakuasi dan jasadnya dibawa ke kampung halamannya.

3. Harimau Terkam Seorang Pria Sedang Mandi

Harimau sumatera Bonita yang pernah menerkam dua orang warga di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil, Riau, pada tahun 2018 silam.(KOMPAS.COM/IDON)

Pada kasus yang ketiga, harimau sumatera menerkam seorang pria bernama Darmawan alias Nang (36), Minggu 25 Agustus 2019.

Warga asal Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, ini diterkam saat mandi di sumur usai bekerja di kebun akasia PT Bhara Induk di Dusun Sinar Danau, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil.

Lokasi kejadian, berada di dalam lanscpe Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan, yang merupakan salah satu rumah harimau sumatera. Baca juga: Begini Cerita Seorang Pria Diterkam Harimau Sumatera hingga Tewas Mengenaskan Korban awalnya mandi ke sumur, yang berjarak sekitar 30 meter dari pondok tempat istirahat.

Pada saat korban mandi, tiba-tiba seekor harimau langsung menyerang.

Salah seorang teman korban, Andika, melihat harimau itu sedang menyerang korban.

Karena tidak nekad menyelamatkan korban, sehingga Andika mencari pertolongan warga ke Dusun Sinar Danau.

Sayangnya, korban ditemukan sudah tewas dengan kondisi mengenaskan.

Kaki dan tangan korban sudah dimakan hewan buas dilindungi itu. Baca juga: Harimau Sumatera yang Resahkan Warga di Padang Lawas Masuk Perangkap  

4. Harimau Terkam Seorang Pria di Kebun Akasia

Kasus yang keempat baru saja terjadi. Seorang pria bernama Wahyu Kurniadi (19) tewas diterkam, Kamis (24/10/2019).

Korban ditemukan tewas diterkam harimau di areal kebun akasia PT RIA. Korban asal Aceh itu, adalah karyawan PT Kencholin Jaya, mitra kontraktor PT RIA.

Sebelum raja hutan itu menerkam, korban bersama empat orang temannya sedang menuju lokasi kerja (panen akasia) di areal PT RIA di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil.

Dalam perjalanan, tiba-tiba seekor harimau sumatera menyerang.

Para pekerja pontang-panting menyelamatkan diri. Namun, yang menjadi sasaran utama 'datuk belang' itu adalah Wahyu Kurniadi.

Harimau itu menerkam korban dari arah belakang dengan sasaran tengkuk korban.

Empat rekannya mencoba menolong korban yang sedang dibawa harimau. Namun, korban tidak tertolong karena dibawa harimau ke dalam hutan.

Beberapa jam setelah itu, korban asal Aceh tersebut, dicari oleh temannya dan berhasil ditemukan.

Namun, korban ditemukan sudah tak bernyawa, dengan kondisi empat luka gigitan dibagian tengkuk.

Selanjutnya, korban dievakuasi rekannya dan dibantu warga serta aparat desa setempat. Jasad korban dibawa ke kampung halamannya di Aceh.

Warga   BBKSDA Riau Lakukan Evaluasi Terkait banyaknya konflik harimau sumatera dengan manusia, terutama di Kabupaten Inhil, pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau akan melakukan evaluasi.

Sebab, lokasi konflik harimau sumatera dengan manusia itu, terjadi disekitar lanscape SM Karumutan, yang merupakan habitatnya harimau.

Kepala BBKSDA Riau Suharyono lebih utama menyampaikan turut prihatin dengan timbulnya kembali korban jiwa akibat serangan harimau.

"Secara pribadi dan keluarga BBKSDA Riau, turut prihatin dengan kejadian ini. Kejadian ini tidak ada satu pun pihak yang menghendaki. Untuk itu, kami harap kedepan tidak terjadi lagi," ucap Suharyono melalui rekaman video yang diterima Kompas.com, Sabtu (26/10/2019).

Kemudian untuk mencapai hal tersebut, lanjut dia, BBKSDA Riau ingin melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap konflik satwa dengan manusia yang berulang.

"Bukan kami melakukan pembiaran.  Bukan kami tidak melakukan apa-apa atau langkah-langkah (pencegahan) di wilayah disekitar lanscape SM Karumutan," terang Suharyono.

Akan tetapi, kata dia, sebagaimana diketahui bersama, lanscape SM Karumutan merupakan satu kantong harimau sumatera di Riau.

Terkait habitat harimau sumatera Untuk itu, pihaknya ingin melakukan sebuah kajian dan evaluasi evaluasi bersama, serta adanya masukan dari semua pihak dan pemangku kepentingan.

"Yang pertama adalah, masih layakkah lanskap Karumutan untuk dipertahankan sebagai rumah atau habitat harimau sumatera?" kata Suharyono. 

"Yang kedua, apakah masih layak lanskap Karumutan itu dijadikan lahan atau areal atau wilayah untuk dilakukannya aktivitas oleh manusia." 

Dua hal ini, terang dia, tentunya dilakukan secara bersama-sama dan dikaji dengan fikiran yang jernih dan hati yang tenang.

Sehingga hal itu bisa mendapatkan keputusan yang lebih baik. "Dua evaluasi tersebut akan dilakukan dan sudah kami laporkan kepada pimpinan terhadap kejadian ini," katanya.

"Tentunya kami harapkan dukungan dari semua pihak, agar kita bisa berfikir jernih dan berfikir tenang tidak berbuat anarkis terhadap satwa, khususnya harimau sumatera," tutup Suharyono.

5. Pria muda di Aceh diterkam Harimau Sumatera

Kabar pria muda di Aceh diterkam Harimau sumatera lalu dibawa ke hutan menggemparkan bumi Serambi. 

Korban terdata atas nama Wahyu Kurniadi (19), warga Aceh, tewas diterkam Harimau sumatera ini di di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil.

Korban merupakan karyawan PT Kencholin Jaya, yang merupakan kontraktor atau rekanan dari PT RIA.

Kepala Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono mengatakan, pihaknya mengerahkan tim pengamanan ke lokasi penyerangan Harimau Sumatra di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil.

Suharyono menyatakan, pasca mendapat laporan tentang kejadian tersebut, pada Kamis (24/10/2019) sore, tim langsung dikirim menuju ke sana.

"Langkah yang kami ambil, dengan rentang jarak dari Pekanbaru ke lokasi cukup jauh, maka kami terlebih dahulu berkoordinasi dengan aparat kepolisian di saja. Tim pengamanan sudah berangkat menuju ke lokasi," katanya.

Dia memaparkan, target utama tentunya melakukan sosialisasi, bertemu masyarakat untuk menenangkan mereka.

"Korban bukan warga asli sana. Maka kami lakukan konsolidasi dengan perusahaan tempat korban bekerja, terhadap PT RIA kami juga mintai keterangan," ungkap Suharyono.

Lebih jauh katanya, menurut informasi yang sudah terkonfirmasi, kejadian bermula saat korban yang masuk dalam sebuah regu yang terdiri dari 5 orang, sedang melakukan perjalanan ke salah satu titik peta kerja PT RIA.

Dalam perjalanan itu, sekira pukul 14.00 WIB, tiba-tiba seekor Harimau Sumatra muncul dan langsung mendekati rombongan.

"Satu orang diterkam, digigit dari belakang, dibagian tengkuk, lalu dibawa lari harimau. Sedangkan 4 lainnya melakukan pengejaran, tapi tidak terkejar," sebutnya.

Baru beberapa waktu kemudian, korban berhasil ditemukan namun sudah dalam kondisi meninggal dunia.

"Korban ditemukan meninggal dunia dengan 4 gigitan di belakang tubuh, sekitar tengkuk," jelasnya.

Suharyono membeberkan, titik lokasi penyerangan ada di Petak RIAE 021301 yang masuk areal kerja PT RIA.

Kepala BBKSDA Riau ini menyampaikan, saat ini tim sedang melakukan analisa lokasi. Untuk kemudian mengambil langkah tindak lanjut.

Disebutkannya, lokasi penyerangan satwa dilindungi tersebut, memang masuk Lanskap Kerumutan, yang merupakan salah satu kantong harimau di Riau.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Daftar Kasus Harimau Sumatera Terkam Warga di Riau hingga Oktober 2019"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved