Kampanye Sumber Air Warga Batam Tergantung Doa

Penebangan hutan lindung sekitar waduk untuk hunian, menurut Benny, jadi salah satu penyebab rusaknya ekosistem hutan tadah dan serap air di Batam.

Kampanye Sumber Air Warga Batam Tergantung Doa
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Hadirkan Workshop Programming dan Robotic, ATB Berikan Pengetahuan Baru Terhadap Peserta Lomba Cerdas Cermat Pelajar di Kota Batam 

9 Tahun ATB Peringati Sumpah Pemuda dengan Siswa Batam, Kampanye Sumber Air Warga Batam Tergantung Doa

“WAH, ini model cerdas cermatnya beda sama TVRI dulu yaa,” celetuk seorang karyawan Aditya Tirta Batam (ATB), kala menyaksikan tahap battle of five, acara Lomba Cerdas Cermat IX & Kreasi Jingle ATB di Grand Batam Mall, Baloi, Kota Batam, akhir pekan lalu.

Si karyawan paruh baya berusia sekitar 47 tahun itu, membayangkan cerdas cermat ala TVRI dekade 1980-an.

Modelnya kala itu, tiap regu hanya ada tiga panelis. 10 pertanyaan dibagi 3 babak.

Pertama pertanyaan beregu, babak II soal lemparan, dan babak III tiap regu, berebut menjawab cepat pertanyaan panelis.

Memang, sejak digagas sebagai momentum peringatan Sumpah Pemuda tahun 2010 silam, lomba uji ketangkasan menjawab pertanyaan ilmu pengetahuan level SD dan SMP ini, memang berbeda.

Bukan tiga panelis, tiap regu beranggotakan 10 orang. Ke-10 siswa ini bergiliran menjawab 10 soal; pengetahuan umum, kenegaraan, matematika, fisika, kimia, bahasa Inggris geografi dan tentang ATB sendiri.

Lomba Cerdas Cermat ATB yang Terancam Bubar 2020

Meski jumlah soal tetap 10, namun babaknya dibagi empat. Babak pertama disebut battle of ten.

Ke-10 peserta bergantian jawab pertanyaan. Lalu battle of seven, lalu battle of five, dan terakhir the real three battle.

Nah, di babak terakhir inilah, keseruan dan ketegangan menyeruak.

Halaman
123
Penulis: thamzil thahir
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved