HUMAN INTEREST

PROTES Lapak di Pasar Induk Jodoh Batam Ditertibkan, Pedagang: Jeruk Kami Masih Penuh Pak

Para pedagang kaki lima di Pasar Induk Jodoh Batam mengeluhkan barang dagangan yang masih menumpuk di saat tim gabungan menggelar razia.

PROTES Lapak di Pasar Induk Jodoh Batam Ditertibkan, Pedagang: Jeruk Kami Masih Penuh Pak
TRIBUNBATAM.ID/DIPA NUSANTARA
Tim aparat gabungan menertibkan lapak para pedagang kaki lima di Pasar Induk Jodoh Batam, Rabu (30/10/2019) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Penertiban Pasar Induk Jodoh, Kota Batam, hingga kini terus berlangsung, Rabu (30/10/219).

Tampak beberapa kios kecil satu per satu mulai rata. Mulai dari kios buah, kios bawang merah, dan kios lainnya.

Akibat dari penertiban ini, beberapa pemilik kios pun tampak bersedih.

Bahkan, dua pedagang pun turut menitikkan air matanya.

"Cepat diangkat dulu barang-barang kita sebelum hujan turun. Nanti basah pula, selamatkan yang ada," katanya salah satu ibu-ibu itu.

Bahkan kedua ibu itu juga mengkhawatirkan barang-barang tumpukan jeruk miliknya.

"Jeruk kami masih penuh pak. Apa mau langsung dibersihkan semua," katanya.

Kios Digusur, Pedagang Teriak Histeris : Kami Pedagang, Bukan Pencuri

Tidak jauh dari keberadaan kedua ibu tadi, seorang pria paruh baya pun mengaku kesal terhadap penertiban ini.

Menurutnya, Pemerintah Kota Batam seharusnya dapat memperhatikan kondisi para pedagang kecil sebelum melakukan penertiban.

"Saya sudah berjualan 13 tahun sejak 2006. Tapi kenapa harus begini? Pasar induk ini yang meramaikan kami-kami juga pedagang kecil," kata pria yang enggan menyebut namanya ini.

Dia pun berharap, ada solusi terbaik dari Pemko Batam agar nasib pedagang kecil dapat diperhatikan maksimal.

"Surat peringatan belum ada. Surat pembongkaran pun kami tak tahu, kenapa kok langsung gusur," tegas pria paruh baya lagi.

Pantauan Tribun Batam di lokasi, banyak pedagang terus memindahkan barang dagangan miliknya.

Beberapa diantaranya terus membongkar sisa dari perobohan bangunan. (tribunbatam.id/dipanusantara)

Penulis: Ichwan Nur Fadillah
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved