RUPIAH HARI INI - Menguat Tipis, Rupiah di Posisi Rp 14.031 per dolar

Kurs rupiah terhadap dolar AS mengalami penguatan tipis di akhir perdagangan, Rabu (30/10).

RUPIAH HARI INI - Menguat Tipis, Rupiah di Posisi Rp 14.031 per dolar
Tribun News
ilustrasi uang rupiah menguat 

TRIBUNBATAM.id - Kurs rupiah terhadap dolar AS mengalami penguatan tipis di akhir perdagangan, Rabu (30/10). Meskipun menguat, pergerakan rupiah di perdagangan hari ini tampak fluktuatif.

Penantian pasar terhadap keputusan The Fed terkait pemangkasan suku bunga masih mendominasi pergerakan rupiah.

Melansir Bloomberg, mata uang garuda alami penguatan sebesar 0,03% atau senilai dengan Rp 14.031 per dolar AS. Hal berbeda justru ditunjukkan oleh kurs tengah BI yang menempatkan rupiah di level Rp 14.044 per dolar AS atau melemah 0,11%.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim menyampaikan bahwa salah satu penggerak rupiah hari ini ialah kemungkinan terjadinya pemangkasan suku bunga yang semakin berpeluang besar.

Menurutnya, hal ini ditunjukkan oleh data-data yang baru dirilis oleh AS seperti penjualan ritel, penjualan rumah bukan baru dan indeks harga rumah yang ketiganya mengalami kenaikan pada periode sebelumnya.

“Yang ditunggu pasar adalah komentar The Fed apakah akan memangkas suku bunga berikutnya atau tidak sehingga pasar kembali galau dengan sikapThe Fed nanti pagi,” ujar Ibrahim.

EMAS ANTAM HARI INI - Turun Rp 1.000, Emas Antam Berada di Rp 751.000

Inilah Deretan Hape Android Harga Rp 3 Jutaan yang Cocok untuk Main Call of Duty: Mobile

 

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa negosiasi dagang antara AS-China kan kembali terwujud dengan menghasilkan kesepakatan. Pertemuan masing-masing kepala negara rencananya akan terjadi awal November nanti saat KTT Kerja sama Ekonomi Asia-Pasifik di Chili.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping akan menandatangani perjanjian perdagangan fase pertama. “Trump mengatakan pekan lalu bahwa perjanjian dagang dengan China lebih cepat dari jadwal,” tambah Ibrahim.

Dari sisi domestik, rupiah mendapat dorongan positif dari intervensi Bank Indonesia terhadap pasar valas dan saham-saham obligasi di perdagangan DNDF. Hal ini dinilai untuk membantu menstabilkan rupiah di harga yang wajar.

Editor: Rio Batubara
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved