BATAM TERKINI

Tarif BPJS Kesehatan Segera Naik, Warga Batam: Sekarang Saja Nunggak, Gimana Kalau Naik?

Kecemasan terkait rencana kenaikan tarif BPJS Kesehatan dirasakan warga Batam. Mereka khawatir tak akan mampu membayar cicilan.

Tarif BPJS Kesehatan Segera Naik, Warga Batam: Sekarang Saja Nunggak, Gimana Kalau Naik?
Tribunnews
Iuran BPJS Kesehatan Naik 100 Persen Mulai 1 Januari 2020 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Saat ini, masih banyak warga yang menunggak pembayaran iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Padahal, tarif iuran BPJS Kesehatan masih belum naik. Kecemasan terkait rencana kenaikan tarif BPJS Kesehatan tersebut juga dirasakan warga Batam.

"Kita ini hanya kerja serabutan, kalaupun kerja di perusahaan paling lama hanya tiga bulan, selanjutnya belum tahu apakah langsung dapat kerja atau tidak," kata Ronal, Warga Perumahan Anggara, Kelurahan Sagulung Kota, Kecamatan Sagulung, Rabu (30/10/2019).

Ronal yang memiliki tiga orang anak tersebut mengungkapkan kenaikan iuran BPJS tersebut sangat memberatkan ekonomi keluarganya.

"Sekarang saja iuran BPJS masih sering menunggak. Apalagi nanti iurannya naik, bagaimana cara bayarnya? Sekarang anak saya tiga orang, dua orang masuk dalam tanggungan BPJS yang saya dapatkan dari perusahaan. Sementara satu orang lagi harus menjadi peserta BPJS Mandiri," kata Ronal.

Dia mengatakan kalau dirinya bekerja, kemungkinan hal itu tidak terasa karena masih mendapatkan gaji setiap bulan.

Iuran BPJS Naik 100 Persen, Serikat Minta UMK Batam 2020 Naik hingga 15 Persen

"Jadi kalau ke depan kita tidak bekerja, berarti tanggungan BPJS sudah lima orang, tiga anak sama istri dan saya sendiri," kata Ronal.

Ronal mengatakan, dengan posisi tidak bekerja, otomatis untuk membayar iuran BPJS lima anggota keluarga akan sangat berat.

"Kalau lima orang anggota keluarga menjadi peserta BPJS Kelas II Mandiri berarti setiap bulan kota harus bayar sebesar Rp 550.000 per bulannya. Padahal sebelumnya kita hanya membayar sebesar Rp 255.000. Itu saya masih sangat berat. Sementara ke depan kita harus bayar dua kali lipat," kata Ronal.

Nur Alfiza, warga Perumahan Rindang Garden, Kelurahan Buliang Kecamatan Batuaji, mengatakan sangat resah dengan kenaikan Iuran BPJS tersebut.

Hal itu dikarenakan dua orang anaknya menjadi peserta BPJS Mandiri.

"Kebetulan anak saya empat, dua orang ikut BPJS orangtua dari perusahaan, sementara dua orang lagi menjadi anggota BPJS mandiri," katanya.

Dia mengatakan kenaikan tarif iuran BPJS akan sangat menyiksa masyarakat.

"Kalau suami kita permanen di perusahaan mungkin tidak terlalu masalah, bagaimana dengan pekerja yang hanya karyawan subcont," kata Nur Alfiza. (Tribunbatam.id/Ian Sitanggang)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved