Malaysia Healthcare Travel Council Tawarkan Wisata Kesehatan dengan Pelayanan Lengkap

MHTC menjadi pusat informasi dan fasilitas untuk mempromosikan industri wisata kesehatan Malaysia

Malaysia Healthcare Travel Council Tawarkan Wisata Kesehatan dengan Pelayanan Lengkap
TRIBUNBATAM.id/IST
Media Briefing bersama MHTC (Malaysia Healthcare Travel Counsil) di Kuala Lumpur, Malaysia. (Istimewa) 

Laporan Mona Andriani dari Malaysia 

TRIBUNBATAM.id, Kuala Lumpur - Perkembangan wisata di Malaysia terbilang meningkat setiap tahunnya. Hal ini bisa dilihat dari pendapatan dan kunjungan wisatawan dari Januari hingga Juni 2019.

Pendapatan yang diperoleh RM 41,69 miliar, dengan pendapatan perkapita RM 3,121,60, jumlah wisatawan yang datang 13. 354.575. Dan lama waktu rata rata wisatawan menginap di Malaysia sekitar 6 malam.

Dari data yang didapat Tribun, negara penyumbang devisa untuk Malaysia yang paling besar dari Singapura, China, Indonesia, Thailand, dan Brunei Darussalam.

Sementara itu negara yang lama menginap selama di Malaysia, yaitu Arab Saudi, Perancis, Jerman, Belanda dan Kanada. Sementara itu turis yang banyak datang berasal dari Singapura, Indonesia, China, Thailand, dan Brunei Darussalam.

Berbagai program wisata ditawarkan oleh negeri jiran ini, salah satu sumbangsih yang didapatkan berasal dari pelayanan kesehatannya. Dari data yang didapat Tribun, 1,5 juta jiwa datang ke Malaysia untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan dari di berbagai rumah sakit.

Di bawah Kementrian Keuangan, yang dibentuk pertama kali berdasarkan inisiatif Kementrian Kesehatan, dibentuklah MHTC (Malaysia Healthcare Travel Council) untuk membantu wisatawan asing yang ingin mendapatkan perawatan atau pengobatan terbaik selama di Malaysia.

MHTC sebagai organisasi non profit, yang tugasnya menjadi pusat informasi dan fasilitas untuk mempromosikan industri wisata kesehatan Malaysia. Pelayanan kesehatan Malaysia dipromosikan di berbagai negara.

Negara utama yang lebih dipromosikan ada Indonesia, India, Vietnam, Myanmar, dan China. Lalu ada Bangladesh, Brunei Darussalam, Timur Tengah, United Kindom, dan Australia serta New zeland.

"Tujuan adanya MHTC untuk membangun organisasi ini menjadi semakin besar. Dari segi kesehatan dan regulasi sudah dikawal dengan ketat. Dikawal rapat sama pemerintah. Untuk Indonesia sendiri daerah yang banyak datang ke Malaysia untuk mendapatkan pelayanan kesehatan adalah Medan, Jakarta, dan Surabaya," kata Sheren Azli, CEO MHTC pada Kamis (31/10).

Halaman
12
Penulis: Mona Andriani
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved