BATAM TERKINI

Pernah Rugi Ratusan Juta, Anggota Dewan Ini Ngaku Jadi Korban Proyek Gagal Pasar Induk Batam

Anggota DPRD Batam ini mengaku sempat merugi ratusan juta rupiah saat pembangunan pasar induk Jodoh Batam tahun 2007 hingga 2009 silam.

Pernah Rugi Ratusan Juta, Anggota Dewan Ini Ngaku Jadi Korban Proyek Gagal Pasar Induk Batam
TRIBUNBATAM.ID/DIPA NUSANTARA
Tim aparat gabungan menertibkan lapak para pedagang kaki lima di Pasar Induk Jodoh Batam, Rabu (30/10/2019) 

Pernah Jadi Proyek Gagal, Anggota DPRD Batam Ingatkan Ini Sebelum Revitaliasasi Pasar Induk Jodoh

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Anggota DPRD Kota Fraksi PDI-Perjuangan Tohap Erikson Pasaribu mengaku pernah menjadi korban kegagalan proyek pembangunan Pasar Induk Jodoh Batam, tahun 2007 lalu.

Kisah itu bermula saat tahun 2007-2009 lalu, Tohap menyewa kios dan gudang peruntukan pabrik es.

Dia mengaku telah mengeluarkan uang ratusan juta rupiah untuk menyewa kios dan gudang tersebut.

Namun, setelah dikasih uang kepada Pemko Batam kala itu 'nasib' pasar tidak jelas.

"Saya dulu usaha pabrik es. Setelah saya habis seratus juta rupiah lebih, pasar basah tidak jelas. Akhirnya, usaha saya kala itu mati sia-sia. Itu akibat pengelolaan pasar Jodoh itu tidak becus. Korbannya saya sendiri waktu menjadi pengusaha di bidang itu. Bukti setor masih ada sampai sekarang," ujarnya.

Pengalaman ini akhirnya membuat Tohap khawatir rencana revitalisasi pasar yang digadang-gadang bakal dibangun lima lantai dan menelan anggaran sekitar Rp 200 miliar itu juga akan bernasib sama dengan proyek lama yang akhirnya gagal. 

"Ini harus kita ingatkan lagi. Saya loh contoh korbannya. Bukan orang lain. Dan berapa ratusan orang senasib dengan saya soal pasar itu," katanya.

Meski pernah merugi, Tohap tetap mengapresiasi rencana revitalisasi pasar Induk Jodoh, Batam, Kepri.

Menurutnya, revitaliasasi tersebut penting untuk menghadirkan kenyamanan baik untuk pedagang maupun pembeli.

Halaman
123
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved