ANAMBAS TERKINI

Warga Anambas Tak Cemas Premi BPJS Naik 100 Persen, Ini Alasannya

Premi BPJS Kesehatan sebesar 100 persen ternyata tak membuat warga Anambas cemas. Mereka tetap santai mendengar rencana itu. Kenapa?

Warga Anambas Tak Cemas Premi BPJS Naik 100 Persen, Ini Alasannya
TRIBUNBATAM.ID/RAHMA TIKA
PPS Kepala Kantor BPJS Kesehatan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Grasiandi. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019 mengenai perubahan atas peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Diketahui bahwa iuran untuk kategori peserta PBPU dan BP yang berlaku pada 1 Januari 2020 yakni Kelas I menjadi Rp 160 ribu, Kelas II Rp 110 ribu, dan Kelas III Rp 42 ribu.

Ketika tribunbatam.id mendatangi kantor BPJS Kesehatan di Jalan Selayang Pandang, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, terlihat di kantor tersebut masih sepi.

Saat ditanyai kenapa kantor BPJS sepi, memang masyarakat Anambas untuk iuran BPJS Kesehatan sudah ditanggung keseluruhannya oleh Pemerintah Daerah.

PPS Kepala Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas, Grasiandi mengatakan kenaikan BPJS Kesehatan memang sudah keluar peraturannya di seluruh Indonesia.

"Kalau efektifnya PBPU nya itu kan per 1 Januari 2020," ujar Grasiandi.

Sempat Dicibir, Rio Karma Berhasil Jadi Polisi di Anambas, 12 Tahun Jalan Kaki 3 Km ke Sekolah

Grasiandi mengatakan, di Anambas, peserta di Anambas saat ini sudah Universal Health Coverage (UHC) yakni warganya sudah didaftarkan oleh Pemda sebagai jaminan PBI APBD.

Mengenai kenaikan BPJS Kesehatan ini, dua bulan yang lalu pihaknya sudah mengadakan sosialisasi kepada masyarakat, seperti mengadakan sosialisasi ke beberapa desa yang ada di Kecamatan Siantan. 

"Kita sudah sosialisasi ke Desa Tarempa Timur dan Tarempa Selatan dan juga ke semua OPD kita kumpulin, pekerja Bank. Kalau untuk sosialisasi intensitasnya sudah lumayan," ujar Grasiandi.

Daerah yang menjadi kendala sosialisasi disebutkan Grasiandi adalah Kecamatan Jemaja mengingat jarak tempuhnya yang tidak bisa menghabiskan waktu sehari, harus dimaksimalkan waktunya. 

Di Anambas seluruh masyarakat jaminan kesehatannya sudah ditanggung Pemda, baik ia dari kalangan atas dan bawah, jaminan BPJS nya semua sama dan tidak ada perbedaan.

Salah satu pengguna BPJS Kesehatan Mak Epah, yang bekerja sebagai pencuci piring di sebuah instansi mengakui sudah mendapatkan jaminan kesehatan dari kantor.

"Jarang juga saya pakai kartu BPJS, paling sekali setahun itupun kalau demam, jadi kalau BPJS Kesehatan naik saya biasa saja, kan sudah ditanggung," tuturnya. (tribunbatam.id/Rahma Tika)

Penulis: Rahma Tika
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved