BATAM TERKINI

Disperindag Batam Bantah Pungut Rp 10 Juta ke PKL Pasar Induk Jodoh

Disperindag Kota Batam membantah kabar yang menyatakan jika Pemko Batam melakukan pungutan Rp 10 juta kepada Pedagang Kaki Lima Pasar Induk Jodoh.

Disperindag Batam Bantah Pungut Rp 10 Juta ke PKL Pasar Induk Jodoh
TRIBUNBATAM.ID/DIPA NUSANTARA
Tim aparat gabungan menertibkan lapak para pedagang kaki lima di Pasar Induk Jodoh Batam, Rabu (30/10/2019) 

Disperindag Batam Bantah Pungut Rp 10 Juta ke PKL Pasar Induk Jodoh

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Disperindag Kota Batam membantah kabar yang menyatakan jika Pemko Batam melakukan pungutan Rp 10 juta kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Induk Jodoh Batam yang akan menempati kios yang baru.

Bantahan itu disampaikan Kabid Pasar Kota Batam, Zulkarnain.

"Padahal kita sudah berkali-kali sosialisasi. Tak ada pungutan Rp 10 juta," ujar Zulkarnain, Jumat (1/11/2019).

Diakuinya, biaya awal hanya membayar deposit sebesar Rp 1 juta. Bahkan para PKL diberikan 6 bulan pertama gratis.

"Sudah kita sepakati sama pengelola pasar, karena PKL baru pindah, pelanggannya pasti masih mencari mereka, jadi pemerintah memberikan free selama 6 bulan agar mereka ringan," katanya.

Zulkarnain melanjutkan, jika dalam 6 bulan PKL masih belum mendapat keuntungan, Pemko Batam masih memberikan kelonggaran lagi free sampai setahun.

2 Pengedar Narkoba Kabur Saat Penggusuran Pasar Induk Sei Jodoh Batam

Ia berharap PKL mengerti kebijakan pemerintah.

"Pemerintah kan ingin memberikan pasar itu supaya lebih baik dan demi manusiawi. Baik keselamatan pembeli dan penjual," katanya.

Sementara, Kabid Trantib Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari mengakui deposit Rp 1 juta itu sebenarnya merupakan sebagai jaminan air dan listrik.

Halaman
123
Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved