LIPUTAN KHUSUS

Pedagang Eks Pasar Jodoh Pilih Bertahan Ketimbang Harus Bayar Rp 10 Juta Untuk Sewa Kios

Pedagang eks Pasar Induk Jodoh mengungkapkan kekesalannya. pasca digusur oleh pemrintah, ia harus pindah ke kios yang sudah disediakan Pemrintah tid

Pedagang Eks Pasar Jodoh Pilih Bertahan Ketimbang Harus Bayar Rp 10 Juta Untuk Sewa Kios
TRIBUNBATAM/LEO
Pedagang menolak penertiban PKL Pasar Induk Jodoh 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pedagang eks Pasar Induk Jodoh mengungkapkan kekesalannya.

pasca digusur oleh pemrintah, ia harus pindah ke kios yang sudah disediakan Pemrintah tidak jauh dari Pasar Induk.

Namun sayang, awalnya dijanjikan gratis selama tiga bulan, namun ada oknum yang meminta pungutan dengan patokan harga sampai Rp 10 Juta.

Hari pertama setelah Pemerintah Kota Batam menertibkan kawasan pasar Induk Jodoh, para pedagang terlihat kebingungan karena tidak tahu mau pindah ke mana. 

Mereka terlihat menumpuk barang-barangnya di pinggir jalan raya sehingga arus lalulintas di kawasan itu sedikit macet.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) & Halodoc Kolaborasi Optimalkan Akses Layanan Kesehatan lewat Riset

Rudi, Ansar, Soerya Mulai Lihatkan Persaingan di Pilgub 2020, Bagaimana Huzrin Hood dan Ismeth ?

Pantauan Tribun, Kamis (31/10), berapa gerobak milik pedagang terlihat bertumpuk ditepian hingga memakan ruas jalan.

Beberapa pedagang terlihat masih mengumpulkan sisa-sisa puing kios yang masih bisa digunakan.

Sebagian dari mereka, mengangkat papan dan kayu yang masih utuh.

Sebagian pedagang kaki lima (PKL) lainnya juga terlihat masih berjualan di lokasi bekas gusuran, Meskipun lapak mereka hanya seadanya, namun mereka mengaku tak punya pilihan karena dagangan tersebut adalah buah-buahan yang akan busuk jika tidak dijual.

Para pedagang menggelar lapak itu sore hari karena pagi hingga siang, kawasan itu dijaga Satpol PP.

Halaman
123
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved