BATAM TERKINI

BAHAYA, Sumber Utama Air Bersih Batam Kritis 12 Bulan Lagi Kontrak ATB Berakhir

ATB menyebut pihaknya saban tahun mengalokasikan dana miliaran untuk menjaga daerah tangkapan air di 3 danau WTP itu.

BAHAYA, Sumber Utama Air Bersih Batam Kritis 12 Bulan Lagi Kontrak ATB Berakhir
TRIBUNBATAM.ID/DIPA NUSANTARA
Debit air di DAM di Nongsa, Batam mulai mengalami penyusutan. Saat ini, tinggi air hanya 9,2 atau 9,3 meter. Untuk kondisi tertinggi itu mungkin sekitar 10 meter. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kota industri terbesar di Sumatera, terancam krisis air bersih. 

Stok air Danau Duriangkang, DAM dan reservoir air baku bagi 71% warganya terus menipis. 

Hujan sepekan terakhir tak kunjung terserap tanah, akibat sekitar 27% lahan hutan lindung di daerah tangkapan air DAM, rusak parah.

Air hujan yang jadi andalan air baku Duriangkang, justru jadi air banjir ke pemukiman dan jalan.

Kepala Kantor Air dan Limbah BP Batam Binsar Tambunan, kepada wartawan usai kampanye pembersihan eceng gondok di WTP Duriangkang, kemarin.

"Batam ini tak punya sumber air bersih, danau penyimpanan air kritis, banyak kebun dan ruli (rumah liar) sekitar danau, 180 hektare permukaan danau  ditumbuhi eceng gondok, itulah kenapa kita turun tangan langsung," kata Binsar.

DAM Duriangkang berada di tengah-tengah Pulau Batam.

Luasnya air permukaannya sekitar 2.000 hektare.

Hingga medio 2019 ini, sekitar 180 ha area permukaan air Duriangkang, ditumbuhi tanaman liar perusak mutu air, eceng gondok.

Perusahaan Pengelola utama air baku di Batam, PT Aditya Tirta Batam menjadikan waduk ini sebagai satu dari 3 water treatment plant (WTP) atau instalasi penjernihan air.

Halaman
123
Penulis: thamzil thahir
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved