Remaja Dijadikan PSK di Karimun, Dibooking Rp 500 Ribu, Polisi Tangkap Muliaman

Satreskrim Polres Karimun menetapkan Muliaman sebagai tersangka TPPO. Dia mempekerjakan anak bawah umur sebagai Pekerja Seks Komersial

Remaja Dijadikan PSK di Karimun, Dibooking Rp 500 Ribu, Polisi Tangkap Muliaman
tribunbatam.id/elhadif putra
Satreskrim Polres Karimun gelar ekspos atas dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan tersangka Muliaman 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Satreskrim Polres Karimun menetapkan Muliaman (58) sebagai tersangka mempekerjakan remaja menjadi PSK.

Muliaman (58) alias Pendek mempekerjakan anak bawah umur berinisial Ir (16) sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK). 

Muliaman mengaku tidak mengetahui jika Ir masih di bawah umur. 

Akibat tindakannya itu, Muliaman ditetapkan sebagai tersangka.

Kepada wartawan, Muliaman bersikukuh jika Ir telah berusia 19 tahun. Ia mengatakan kesalahan terdapat pada surat keterangan yang dikeluarkan oleh RT/RW daerah asal Ir.

Jadi Mucikari PSK Anak Usia 16 Tahun, Begini Nasib Pria di Karimun Ini

Mucikari Finalis Putri Pariwisata & 100 Gadis Lain Raup Untung Rp 100 Juta Sekali Transaksi

"Dia (Ir) ngaku lahir tahun 2000. Tapi RT RW buat 2003," katanya, usai ekspos pengungkapan perkara di Mako Polres Karimun, Senin (4/11/2019).

Disampaikan Muliaman, Ir telah bekerja dengannya sejak Agustus 2019. Sebelum bekerja, Ir telah mengetahui akan menjadi PSK.

"Terus terang kita kasih tahu cari tamu. Bukan di karaoke bukan di cafe. Dia yang datang cari kerja," ujarnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Herie Pramono yang memimpin ekspos menyampaikan, Muliaman ditangkap pada Sabtu (2/11/2019) siang sekira pukul 14.00 WIB. Ia dibekuk di Komplek Vila Garden, Nomor 9, Kelurahan Kapling, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

"Modus M ini mempekerjakan anak di bawah umur sebagai PSK. Yang mana pelaku mendapatkan keuntungan satu kali booking sebesar Rp 500.000," terang Herie.

Selain Muliaman, polisi juga mengamankan barang bukti berupa dua buku bookingan tamu, uang hasil booking sebesar Rp 1 juta dan 30 picis kondom.

"Tindak yang disangkakan adalah Pasal 2 Ayat (1) UU RI Nomor 21 tahun 2007 tentang TPPO dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun. Pasal 88 Jo Pasal 76i UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun," papar Herie.

(tribunbatam.id/elhadif putra)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved