BATAM TERKINI

Walikota Batam Buka Lelang Pembongkaran Pasar Induk Jodoh

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi membuka lelang pembongkaran pasar induk Jodoh Batam. Rudi membuka peluang bagi siapa saja yang tertarik.

Walikota Batam Buka Lelang Pembongkaran Pasar Induk Jodoh
Tribunbatam.id/Argianto DA Nugroho
Sejumlah warga mengumpulkan serpihan serpihan pasar induk yang masih bernilai ekonomis sebelum dirobohkan pemerintah Kota Batam, Jumat (1/11/2019). Rencana revitalisasi pasar induk oleh kementrian perdagangan dijadwalkan dimulai tahun 2020. 

Walikota Batam Buka Lelang Pembongkaran Pasar Induk Jodoh

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Wali Kota Batam, Muhammad Rudi akan segera menemui Menteri Perdagangan Kabinet Indonesia Maju, Agus Suparmanto terkait kelanjutan revitalisasi Pasar Induk Jodoh, Batam.

Rudi juga mengakui saat ini pihaknya membuka lelang terbuka untuk proses membongkar pasar induk.

"Kita lelanglah karena pakai biaya negara. Tapi kalau ada masyarakat yang mau mengambil silahkan saja kita bersifat sosial," ujar Rudi, Senin (4/11/2019).

Saat ini, lanjut Rudi Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) juga akan melakukan penghitungan aset di Pasar Induk Jodoh.

Namun hingga saat ini Rudi belum mengungkapkan potensi kerugian negara dari penertiban dan pembersihan bangunan tersebut.

"Untuk aset masih proses penghitungan," katanya.

Pasar Induk Jodoh Batam Mulai Direvitalisasi Awal 2020

Sementara itu, dalam pertemuannya dengan Menteri Perdagangan nanti, Rudi akan mempresentasikan proyek pembangunan Pasar Induk baru yang akan memiliki 5 lantai.

Di mana lantai dasar akan diperuntukan untuk pasar basah, sementara 4 lantai lainnya akan diperuntukkan untuk pedagang yang berjualan pakaian dan lainnya.

"Pasar baru diperuntukan bagi pedagang khusus di kawasan Jodoh, Nagoya, dan sekitarnya. Untuk itu kita akan segera temui Mendag dan bahas mengenai dana revitalisasi yang akan memakan dana sebesar Rp 200 miliar," ujar Rudi.

Ia juga mengungkapkan, terima kasih kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang akhirnya memilih untuk pindah ke lokasi yang telah ditunjuk oleh Pemko Batam.

Sehingga tim terpadu masih melakukan pembersihan puing bangunan paska penertiban yang dilakukan beberapa waktu lalu.

"Terima kasih kepada para pedagang dan masyarakat yang sudah bisa terima. Untuk saat ini kami masih tetap melakukan pembersihan di area tersebut," katanya. (tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved