Novel Baswedan Dituding Rekayasa Kasusnya, Moeldoko Jelaskan Mengapa Kasus Ini Belum Terungkap

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dituding oleh seorang warganet bahwa kasus penyerangan terhadap dirinya adalah rekayasa.

Novel Baswedan Dituding Rekayasa Kasusnya, Moeldoko Jelaskan Mengapa Kasus Ini Belum Terungkap
tribunmedan.com/bobby
novel baswedan 

TRIBUNBATAM.id - Kasus Novel Baswedan menjadi Atensi kusus yang diperintahkan langsung Presiden Joko Widodo kepada Kapolri Jendral Idham Aziz.

Jokowi pun memberikan Idham Aziz waktu untuk segera menyelesaikan kasus ini.

Namun kali ini datang tudingan kalau kasus Novel Baswedan merupakan rekayasa. 

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dituding oleh seorang warganet bahwa kasus penyerangan terhadap dirinya adalah rekayasa.

Live Streaming ILC TV One Malam Ini, Apa dan Siapa Yang Radikal?, Tengku Zulkarnain Hadir

Sopir Mobil Terbang Tabrak Pelari di Batam Terlihat Lesu, Ucapkan Maaf ke Keluarga Korban

Dilansir dari Kompas.com, Selasa (5/11/2019), beredar video viral di media sosial yang di dalamnya ada seorang perempuan mempertanyakan kebenaran kasus Novel karena ia melihat pada tayangan televisi yang memperlihatkan Novel Baswedan masih bisa melirik dengan kondisi matanya itu.

"Video tersebut di-share 19 April dan kejadian dia kena siram air keras itu kalau enggak salah tanggal 19 April."

"Sedangkan katanya kena air keras," ujar perempuan dalam video tersebut.

Alghiffari Aqsa kuasa hukum dari Novel Baswedan menyatakan bahwa video yang dilihat warganet itu diambil pada kurun waktu April - Juli 2017.

Pada kurun waktu itu, Novel Baswedan mengaku belum menjalani operasi osteo odonto keratoprosthesis (OOKP).

"Saat itu belum dilakukan operasi OOKP pada mata kiri saya karena Prof Donald Tan sedang upayakan dengan stem cell dengan cara dipasang selaput membran plasenta pada kedua mata saya untuk menumbuhkan jaringan yang sudah mati," kata Novel, Selasa.

Halaman
123
Editor: Eko Setiawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved