BATAM TERKINI

BPOM Kepri Kecewa, Residivis Kasus Kosmetik Ilegal Cuma Diancam 3 Bulan Penjara

BPOM Kepri kecewa saat mengetahui Eddy, seorang residivis kasus peredaran kosmetik ilegal hanya dituntut 3 bulan penjara atau tak sesuai harapan.

BPOM Kepri Kecewa, Residivis Kasus Kosmetik Ilegal Cuma Diancam 3 Bulan Penjara
TRIBUNBATAM
Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irwan 

"Sebagaimana yang didakwakan kepada terdakwa yaitu melanggar Pasal 196 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (dalam dakwaan kedua). Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa EDDY dengan pidana penjara selama 3 (tiga) bulan dengan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan dan Denda sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) subsider 1 (satu) bulan Kurungan," tambah Samuel.

Perkara Eddy juga terkesan diistimewakan JPU Kejaksaan Negeri Batam.

Pasalnya, meski sebelumnya diganjar ancaman hukuman 15 tahun penjara, namun Eddy tidak ditahan.

Bukan itu saja, jika menghadiri sidang, Edy selalu berpakaian serba rapi.

Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irwan mengatakan, kejahatan kosmetik ilegal merupakan kejahatan yang tergolong dalam extra ordinary crime atau kejahatan luar biasa.

Sebab, dampaknya sangat luas bagi manusia.

"Ini semestinya ada efek jera agar keadilan. Tapi kami tak bermaksud untuk intervensi. Ini masuk kategori kejahatan luar biasa," katanya.

Eddy masih menghadapi sidang selanjutnya. Yakni putusan. Akan kah majelis hakim memvonis lebih berat atau justru lebih ringan? Tribun Batam masih mengumpulkan informasi soal ini. (Tribunbatam.id/leo halawa)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved