Jauh Dari Komponen Hidup Layak, FSPMI Bintan Tolak Kenaikan UMK 2020 8,51 Persen

FSPMI Bintan menilai, usulan kenaikan UMK Bintan 2020 jauh dari hasil survei internal. Komponen Hidup Layak di angka empat jutaan Rupiah.

Jauh Dari Komponen Hidup Layak, FSPMI Bintan Tolak Kenaikan UMK 2020 8,51 Persen
tribunbatam.id/alfandi simamora
Rapat pembahasan UMK Bintan 2020 di ruang rapat Kantor Bupati Bintan, Rabu (06/11/2019). FSPMI Bintan menolak usulan kenaikan UMK 2020 sebesar 8,51 persen. Dari hasil survei internal, angka kebutuhan hidup layak di Bintan mencapai empat jutaan Rupiah. 

Menurut Andi, pemerintah hanya membicarakan UMK tanpa melihat struktur dan skala upah yang harusnya diterapkan pengusaha.

“Bayangkan saja, ketika UMK yang ditetapkan pemerintah tidak berefek kepada pekerja yang telah bekerja 10 tahun lebih di perusahaan. Mereka hanya mendapat upah yang sama besarnya dengan pekerja yang belum genap satu tahun bekerja. Dimana struktur dan skala upah yang semestinya memberikan kepastian upah bagi seluruh pekerja," ungkapnya.

Pihaknya optimis pertumbuhan ekonomi di Bintan untuk tahun 2020 akan meningkat dari tahun 2019.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bintan Indra Hidayat menyampaikan, hasil rapat mengakomodir dua usulan kenaikan UMK kepada Bupati Bintan.

Dari dua usulan itu, hanya ada satu usulan yang akan diteruskan ke Gubernur Kepri untuk disetujui menjadi UMK tahun depan.

"Pada hasil rapat tadi, ada dua angka yang diusulkan oleh Dewan Pengupahan Kabupaten Bintan kepada Bupati. Nanti Bupati yang akan menentukan nilai yang diusulkan ke Gubernur. Usulan tersebut akan mengacu kepada peraturan yang berlaku yaitu PP 78 tahun 2015," ucapnya.(tribunbatam.id/alfandisimamora)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Septyan Mulia Rohman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved