BERITA BATAM

Pembahasan UMK Batam 2020 Alot, Serikat Pekerja Tolak Kenaikan 8,5 Persen

FSPMI langsung walk out saat pembahasan UMK Batam 2020, Selasa (5/11/2019).

TRIBUNBATAM.ID/BERES LUMBANTOBING
Dewan Pengupahan Kota (DPK) menggelar rapat membahas UMK di Kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Batam, Selasa (5/11/2019) 

Pembahasan UMK Batam 2020 Alot, Serikat Pekerja Tolak Kenaikan 8,5 Persen

TRIBUNBATAM.id -Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam jengkel dengan sikap Disnaker Batam dan organisasi pengusaha saat pembahasan UMK Batam 2020.

FSPMI langsung walk out saat pembahasan UMK Batam 2020, Selasa (5/11/2019).

Panglima Garda Metal FSPMl Kota Batam Suprapto mengatakan, kejengkelan itu terjadi lantaran sikap Disnaker Batam dan organisasi pengusaha.

Suprapto menambahkan, UMK Batam 2020 yang diinginkan pengusaha Rp 4.130.279, katanya, jauh dari kesejahteraan buruh.

Sekarang, katanya, harga sembako, biaya transportasi dan beberapa kebutuhan pokok lainnya mengalami kenaikan.

"Jika dibandingkan biaya hidup saat ini, sangat jauh. Kami minta setidaknya UMK Batam 2020 Rp4, 6 juta sampai Rp5 juta. Baru deal," katanya.

Sebelumnya, DPK Kota Batam, menggelar perundingan upah yang berlaku 2020, di kantor Disnaker Kota Batam di Sekupang, Batam, Selasa (5/11/2019).

DPK Terdiri dari perwakilan pengusaha, Disnaker Batam, dan serikat pekerja.

 

Serikat yang hadir Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam,

Halaman
123
Penulis: Leo Halawa
Editor: Danang Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved