Misteri terbunuhnya Jenderal Mallaby, Pimpinan 6000 Pasukan Inggris-India Brigade 49 di Surabaya

Terbunuhnya Jenderal A. W. S. Mallaby jelas tidak dapat diterima Inggris. Mereka protes, mengeluarkan ultimatum.

Misteri terbunuhnya Jenderal Mallaby, Pimpinan 6000 Pasukan Inggris-India Brigade 49 di Surabaya
Istimewa
BrigJen Malaby memegang bendera putih dan Residen Sudirman duduk di muka mobil 

TRIBUNBATAM.id -  Selama hampir tiga pekan, kota Surabaya dibombardir pasukan Inggris. Suasana begitu mencekam siang dan malam.

Kapal perang Inggris-India mondar mandir di pelabuhan Surabaya sejak pendaratan pertama pada Oktober 1945.

Embrio perang besar-besaran di Kota Surabaya sudah mulai tampak dan terasa ketika pasukan sekutu, pada  25 Oktober 1945 menginjakan kakinya di Kota Surabaya.

Sutomo atau akrab disapa Bung Tomo, tokoh penting dalam Pertempuran Surabaya dilansir dari bukunya, 'Pertempuran 10 November 1945: Kesaksian dan pengalaman Seorang Aktor Sejarah (Terbitan Visimedia) menulis, Pada tanggal 24 Oktober 1945 iring-iringan kapal Sekutu tampak sedang mendekati Pantai Surabaya.

Seorang tokoh pergerakan Surabaya waktu itu bernama Dr.Mustopo segera menyambut mereka dengankata "jeritan" yang diucapkan di depan corong Radio Surabaya.

Kalimat yang diucapkan oleh Dr. Mustopo dengan sepenuh jiwa dan hati tersebut kata Bung Tomo kadang-kadang menggelikan sekali kedengarannya.

LIKE AKUN FANSPAGE TRIBUN BATAM

Terlebih lagi karena yang mengucapkan itu seorang Kepala Markas Besar Tentara Namun, jika disesuaikan dengan perasaan rakyat pada saat itu, ternyata bahwa kalimat tersebut sesungguhnya
adalah suara hati rakyat Indonesia di Surabaya.

Rakyat yang tiak berpengetahuan politik, rakyat yang tidak berpikir berbelit, tetapi hanya mengetahui bahwa pendaratan tentara Inggris itu akan membawa kekacauan dan kegelisahan
belaka.

Dengan terputus-putus Dr. Mustopo berpidato di radio:

Halaman
1234
Penulis: Aminudin
Editor: Aminudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved