7 Prajurit TNI Bertahan Mati-matian Saat Digempur Ratusan Fretilin, Endingnya Dilibas Marinir

Tujuh prajurit ABRI dari Batayon Infanteri Lintas Udara (Yonif Linud) 501, harus bertahan mati-matian saat menahan gempuran Fretilin

7 Prajurit TNI Bertahan Mati-matian Saat Digempur Ratusan Fretilin, Endingnya Dilibas Marinir
Angkasa
(foto ilustrasi) 7 Prajurit ABRI Bertahan Mati-matian Saat Digempur Ratusan Fretilin 

#7 Prajurit TNI Bertahan Mati-matian Saat Digempur Ratusan Fretilin, Endingnya Dilibas Marinir

TRIBUNBATAM.id - Tujuh prajurit ABRI dari Batayon Infanteri Lintas Udara (Yonif Linud) 501, harus bertahan mati-matian saat menahan gempuran Fretilin

Bukan tanpa alasan para prajurit Yonif Linud 501 tersebut tak berkutik, musuh yang mereka hadapi saat itu jumlahnya mencapai ratusan

Meski pada akhirnya mereka dapat melawan balik berkat bantuan pasukan marinir.

Yonif Linud 501 saat itu dipimpin oleh Letkol Inf Sujana.

Misi mereka ialah mengadakan kontak damai dengan para milis kemerdekaan Timtim.

Ilustrasi
Ilustrasi (Kolase KOMPAS.com/HADI MAULANA dan Tribun Jambi)

Pada 9 Maret 1984, Wakil Komandan Batalyon Mayor Inf Wibisono memerintahkan Serda Trilis untuk menjemput dan mengawal Panglima ABRI Benny Moerdani dalam rangka kunjungan di Timtim.

Serda Tilis beserta 8 personel Yonif Linud 501 bergerak menuju distrik Viqueque menggunakan 4 kendaraan Land Rover untuk menjemput Benny Moerdani.

Jangan bayangkan perjalanan tersebut akan melewati jalan-jalan mulus.

Di Timtim, jalan-jalan beraspal hanya ada di kota-kota besar macam Baucau dan Dili.

Halaman
1234
Editor: Aminudin
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved