Dikabarkan Sakit di Singapura, Pengusaha Robby Sumampow Didoakan Karyawan Hotel di Solo

Karyawan Hotel Adhiwangsa di Solo, Jawa Tengah, punya cara unik mendoakan sang pemilik hotel, Robby Sumampow yang akan berulang tahun ke-75 tahun

Dikabarkan Sakit di Singapura, Pengusaha Robby Sumampow Didoakan Karyawan Hotel di Solo
tribun solo
Karyawan Hotel Adhiwangsa di Solo, Jawa Tengah, punya cara unik mendoakan sang pemilik hotel, Robby Sumampow 

TRIBUNBATAM.id - Karyawan Hotel Adhiwangsa di Solo, Jawa Tengah, punya cara unik mendoakan sang pemilik hotel, Robby Sumampow yang akan berulang tahun Sabtu (9/11/2019).

Mereka yang jumlahnya sekitar 50-an orang itu, membuat video berisi ucapan selamat ulang tahun.

Video ucapan selamat ulang tahun ini dibuat dengan latar tempat bibir timur kolam renang hotel, di Jl Adi Sucipto No 146, Laweyan, Surakarta.

"Selamat ulang tahun ke-75 Pak Robby, semoga terus sehat dan tetap dalam lindungan Tuhan," ujar sekelompok karyawan manajemen, Jumat (8/11/2019) pagi.

Itu adalah sesi video taking, untuk mengucapkan ulang tahun ke-75 bagi pengusaha properti kelahiran Solo itu.

Ribuan Baby Lobster Senilai Miliaran Rupiah Dilepas di Pulau Abang Galang Batam

Viral Pria Kena Razia, Bukan Ditilang Tapi Malah Dapat Rp 100 Ribu, Ini Videonya





"Ulangtahun Pak Robby besok (Sabtu 9/11/2019), beliau rayakan di Singapura, videonya kami kirim nanti malam," kata Assisten Sales Manager Hotel Adhiwangsa, Dini Krisnawati, kepada Tribun, di sela-sela rekaman.

Rumah pengusaha properti ini, bersebelahan dengan hotel. Diketahui, Robby kini memiliki 10 cucu dari lima anaknya.
Danu, satpam hotel, menyebut paruh dekade terakhir, si empunya hotel lebih banyak menghabiskan waktu di Singapura.

"Terakhir beliau ke sini, tanggal 17 Oktober (2019), habis itu kembali lagi ke Singapura," ujar Danu.

Di Solo, Robby Sumampow setidaknya memiliki 3 hotel berbintang. Jika di Solo, saban Jumat malam, Robby selalu, di hotel.

"Bapak itu bikin acara WedangJazz, tiap malam sabtu," ujar Danu.

Robby dikenal dekat dengan keluarga Cendana di masa Orde Baru ini juga pemilik kelompok hotel bintang berbendera Hailai.  Di Jakarta, Batam, dan beberapa kota lain di Indonesia, Robby tercatat juga pemilik resort, restoran, tempat hiburan.

Brand Hotel Amarelo dan Akasia adalah salah satu brand hotel yang dikelola keluarganya.
Setelah meresmikan Amarelo Hotel di Jl Gatot Subroto, Solo, Robby juga mengoperasikan lagi tiga hotel berbintang di Solo, lima tahun lalu.
Pengusaha Robby Sumampow
Pengusaha Robby Sumampow (istimewa)

Di saat yang hampir bersamaan, Robby Sumampaow juga membuat heboh Solo, akhir Agustus 2013.
Sekitar 30.000 orang yang berpakaian putih, Jumat (30/8/2013) malam, memenuhi sekitar 2 hektare lahan dalam Benteng Vastenburg, Solo.
Mereka menghadiri acara Selawat Akbar dan Halalbihalal Masyarakat Soloraya bersama Habib Syech dan Robby Sumampow.

Kawasan Benteng Vastenburg itu memang milik Robby Sumampow yang beberapa waktu lalu dikabarkan menjadi mualaf. Tak lama setelah beredarnya kabar itu, beredar pula rencana pergelaran selawat akbar yang diselenggarakan Ahbabul Musthofa, Sosialita Solo, Himpunan Fuqing, dan sejumlah kelompok pendukung lain di Kota Solo.

Robby termasuk pengusaha yang banyak memiliki lahan di Solo dan Jakarta. Tahun 2017, misalnya, saat Sandiaga Uno masih menjabat wakil gubernur, dia meminjam sewakan lahan di Tenabang, seluas 6000m2 kepada Pemprov DKI Jakarta, bagi pedagang Pasar Tanah Abang.

Robby juga dikenal sebagai pemilik saham mayoritas PT Citra Marga Nushapala Persada Tbk dan kelompok usaha PT Indo Kordsa dan bos PT Branta Mulia Tbk.

Robby sempat didera kontroversi hukum saat Putusan Mahkamah Agung pada 17 Februari 2014 tentang pemalsuan dokumen lahan.
Oleh majelis hakim yang terdiri dari Artijo Alkostar, Sri Murwahyuni, Gayus Lumbun, pengusaha yang juga sahabat dekat LB Moerdani ini, dinyatakan bersalah karena terbukti di persidangan memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik di lembaga sosial YBBE Surakarta.

Robby dinilai melanggar Pasal 266 Ayat 1 dan 2 junto Pasal 55 Ayat 1 KUHP tentang pemalsuan akta autentik. Dia dinyatakan bersalah karena memerintahkan membuat keterangan palsu dalam akta YBSS Nomor 55 pada bulan Juli 2008.

Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved