Terdakwa Kasus Narkoba di Karimun Ngaku Diintimidasi Jaksa Da, Dimintai Pelicin

Jaksa berinisial Da di Kejari Karimun diduga meminta 'pelicin' kepada terdakwa kasus narkoba yang ditanganinya, agar masa tuntutannya diringankan

Terdakwa Kasus Narkoba di Karimun Ngaku Diintimidasi Jaksa Da, Dimintai Pelicin
tribunbatam.id/elhadif putra
Tampak depan bangunan Kejaksaan Negeri Karimun 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Seorang jaksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Karimun diduga meminta "pelicin" kepada terdakwa, dalam kasus yang ditanganinya.

Jaksa berinisial Da tersebut diduga meminta "'pelicin", agar terdakwa bernama Syahid Bustomi menyediakan sejumlah uang untuk meringankan masa tuntutan hukumannya.

Hal ini mengingatkan kembali tindakan seorang jaksa fungsional di Kejari Karimun pada September 2016 lalu berinisial Ra. Ra dituduh meminta sejumlah uang kepada terdakwa kasus narkoba bernama Okto.

Namun berbeda dengan Ra yang dituduh keluarga Okto masih meminta uang setelah vonis, jaksa Da meminta pelicin sebelum dituntut.

Hal ini diungkapkan oleh terdakwa Syahid Bustomi kepada sejumlah awak media, Jumat (8/11/2019).

Nelayan di Kundur Karimun Tewas Mengapung Saat Melaut, Diduga Kuat Disambar Petir

RSUD Muhammad Sani di Karimun Dapat Penghargaan Dari MenPan RB Thajho Kumolo

 

Syahid mengatakan, permintaan tersebut memang tidak diungkapkan langsung oleh Da kepadanya. Namun hal itu disampaikan kepada seorang tahanan kasus narkoba lainnya.

"Saya dicekik dalam tanda kutip. Memang tidak disampaikan langsung. Tapi dia bilang sama tahanan lain, kalau saya tidak cepat mengurus maka saya akan dibenamkan," ungkapnya.

Bukan hanya itu, menurut Syahid, intimidasi lain juga pernah dilakukan Da kepadanya. Da mengatakan, jika Syahid dapat ditahan di Lapas Nusa Kambangan.

"Katanya kalau lihat dari BB (barang bukti), ini sudah bisa ditahan di Nusa Kambangan. Macamnya saya ini bandar narkoba yang besar. Memang saya akui saya memakai narkoba, tapi saya tidak pernah menjual," ungkapnya.

Bukan hanya dengannya, Syahid mengatakan jika jaksa Da juga melakukan yang sama terhadap beberapa terdakwa kasus narkoba lainnya.

"Sama yang sekasus dengan saya juga (menyebutkan nama seorang tahanan narkoba). Kawan itu sama kayak saya tidak punya uang. Dia dituntut 10 tahun," terangnya.

Dua Pemuda di Karimun Curi Motor Usai Pulang Ngamen, Satu Orang Masih Di Bawah Umur

REKRUTMEN CPNS 2019 - Pemkab Karimun Dapat Jatah 122 Formasi, Tenaga Pengajar Banyak Dibutuhkan

Saat ini perkara Syahid masih ditangani Pengadilan Negeri Karimun. Pada Kamis (7/11/2019) lalu, ia menjalani sidang dan dituntut 12 tahun 6 bulan kurungan penjara.

"Kalau saya ada uang, pasti saya kasih dia. Tapi apa yang mau saya kasih. Kondisi saya single parent anak tiga, rumah saja masih kontrak," tambahnya.

Sementara jaksa Da yang dikonfirmasi melalui ponselnya, enggan berkomentar terkait hal tersebut.

"Saya mau keluar. Ada yang berwenang nanti memberikan jawaban itu. Langsung saja nanti hubungi Kasi Pidum. Ya ya," kata Da yang kemudian langsung menutup sambungan telepon.

(tribunbatam.id/ elhadif putra)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved