Breaking News:

Anis Matta Sampai Fahri Hamzah, Ini Deretan Mantan PKS yang Tersisih & Pilih Gabung Partai Gelora

Petinggi PKS bersama Fahri Hamzah itu membentuk Partai Gelora atau Partai Gelombang Rakyat.

Editor: Anne Maria
instagram @fahrihamzah
Deddy Mizwar, Anis Matta, Mahfudz Siddiq dan Fahri Hamzah menghadiri acara Partai Gelora di kawasan Kemang, Mampang, Jakarta Selatan pada Minggu (10/11/2019). 

Anis Matta Sampai Fahri Hamzah, Ini Deretan Mantan PKS yang Tersisih & Pilih Gabung Partai Gelora

TRIBUNBATAM.idSebuah partai baru kembali terbentuk di tanah air.  Adalah Partai Gelora, yang digagas oleh seniman Deddy Mizwar terbentuk di Indonesia

Terbentuknya Partai Gelora seperti yang terlihat dalam status instagram @fahrihamzah; pada Minggu (10/11/2019) malam.

Gonjang ganjing hingga tersisihkan dari kepengurusan partai, sejumlah petinggi Partai Keadilan Nasional ( PKS) akhirnya berkumpul.

Petinggi PKS bersama Fahri Hamzah itu membentuk Partai Gelora atau Partai Gelombang Rakyat.

Dalam postingannya, dirinya mengunggah sebuah potret ketika dirinya berkumpul dengan Muhammad Anis Matta, Deddy Mizwar dan Mahfudz Siddiq dalam satu ruangan.

Fahri Hamzah Singgung Istilah Bilateral di Tweet Jokowi Cuma Buat 2 Negara, Ini Penjelasan di KBBI

Keempatnya terlihat tertawa gembira dengan memakai jaket yang serupa.

Pada bagian dada sebelah kanan jaket berwana putih itu tercetak lambang Partai Gelora yang berbentuk mirip lingkaran api berwarna biru dengan lengkungan merah pada sisinya.

Kehadiran mereka menegaskan terlepasnya hubungan dengan PKS.

Padahal diketahui, Anies Matta merupakan pendiri PKS sekaligus Presiden PKS kelima periode 2013-2015.

Mahfudz Siddiq sebelumnya diketahui merupakan Wakil Sekretaris Jenderal PKS, dan Deddy Mizwar yang merupakan kader PKS kemudian dibuang tanpa sebab.

Putrinya Meninggal di Kafe Akibat Kopi Sianida, Ayah Mirna Salihin Disorot Karena Nikahi Wanita Muda

Dianggap tak patuh Fahri Hamzah dibuang PKS

Sementara Fahri Hamzah merupakan sosok yang tersakiti dalam PKS, dirinya dibuang karena dianggap tidak patuh pada kebijakan pimpinan.

Walau berat, Fahri akhirnya melawan hingga memenangkan persidangan.

Bahkan Mahkamah Agung menetapkan pemecatan Fahri oleh PKS menyalahi ketentuan dan diwajibkan membayar ganti rugi sebesar Rp 30 miliar.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved