Harta Hingga Rp12 Triliun, Bos Narkoba Asal Batam ini Habiskan Puluhan Juta untuk Uang Makan Sehari
Melalui bisnis haram sebagai bandar narkoba, pria ini menjalani kehidupannya dengan gaya hidup mewah.
#Harta Capai Rp12 Triliun, Bos Narkoba Asal Batam ini Habiskan Puluhan Juta untuk Uang Makan Sehari
TRIBUNBATAM.id - Melalui bisnis haram sebagai bandar narkoba, M Adam menjalani kehidupannya dengan gaya hidup mewah.
Bahkan berkat pekerjaannya dalam menjual narkoba, ia bisa memiliki kekayaan Rp12 triliun yang terdiri dari banyak aset mulai dari rumah hingga koleksi mobil mewah.
Sayang, kini M Adam yang merupakan bandar narkoba dari Batam itu tak lagi bisa menikmati kekayaannya setelah dipenjara sejak tahun 2016 lalu.
Meskipun begitu, M Adam yang kini masih mendekam di Lapas Cilegon, Banten itu justru lebih ganas dari pada yang diduga.
Dikutip dari Kompas, dari balik jeruji besi, M Adam berhasil mengendalikan jaringan peredaran narkotika.
Hal itu terungkap saat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kepri berhasil menangkap 3 pelaku yang merupakan anak buah dari M Adam.
Dari dalam lapas, pria kelahiran Tembilahan tahun 1972 itu dibantu Munira yang merupakan istrinya, serta temannya, Rike dan Denny.
Setelah penyidik BNN melakukan pengembangan kasus terhadap anak buah Adam, terbongkar aset kekayaan yang nilainya puluhan miliar milik Adam.
Kekayaan Adam yang didapat selama menekuni bisnis narkoba sejak tahun 2000 lalu akhirnya disita oleh BNN.
Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depri mengatakan, sejumlah aset milik Adam sudah disita.
Salah satu aset berupa rumah mewah senilai Rp 2,5 Miliar yang terletak di kawasan Elit Bukit Indah Sukajadi Batam.

Petugas BNN juga mengamankan sejumlah barang berupa mobil mewah, emas batangan, batu mulia, rumah, uang tunai berupa pecahan dolar singapura, ringgit serta pecahan rupiah.
Selain itu juga ada jam mewah bernilai miliaran rupiah, sembilan unit kapal yang digunakan untuk mengangkut penumpang ke pulau-pulau yang ada di Indonesia.
"Ini semua barang hasil pencucian uang yang kita selidiki. Dan kita masih akan melakukan penyelidikan lagi," tegasnya Arman.