HUMAN INTEREST

Bripka Khairul, Gagalkan Penyelundupan Bayi Lobster, Sebulan Mengintai di Tengah Laut

Bripka Khairul ditugaskan mengintai pelaku penyelundupan baby lobster dan harus berada di tengah laut hingga sebulan. Berikut wawancara ekskusifnya.

Bripka Khairul, Gagalkan Penyelundupan Bayi Lobster, Sebulan Mengintai di Tengah Laut
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Bripka Khairul 

Bripka Khairul, Gagalkan Penyelundupan Bayi Lobster, Sebulan Mengintai di Tengah Laut

TRIBUNBATAM.id - Ditpolair Polda Kepri kembali menggagalkan penyelundupan ribuan bayi lobster ke Singapura, pekan lalu.

Benih lobster dalam 44 dus fiber senilai Rp 66 milliar ini ditangkap, Kamis (7/11) dilepas ke perairan Pulau Abang, sehari setelahnya.

Ternyata tidak mudah menangkap para penyelundup ini karena polisi yang ditugaskan, kata Dir Polairud Polda Kepri, Kombes Benyamin Sapta, berada di tengah laut dan tidak pernah turun ke darat selama satu bulan.

Bagaimana proses penyergapan penyelundup lobster dan penangkapan empat tersangka ini?

Berikut cerita Bripka Khairul (35), personil Ditpolair Polda Kepri yang memimpin penangkapan kepada wartawan Tribun Beres Lumban Tobing.

Bisa ceritakan awal penyergapan ini?

Ya, setelah kami mendapat laporan intelijen tentang adanya penyelundupan benih lobster ini, kami langsung melakukan investigasi.

Berapa lamanya?

Satu bulan nonstop dan semuanya kami lakukan di tengah laut Jadi, dalam waktu satu bulan ini, kita melakukan pengintaian di tengah lautan. Tidur di kapal, makan juga di kapal, jadi aktivitas sehari-hari itu di kapal.

Halaman
1234
Penulis: Beres Lumbantobing
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved