HUMAN INTEREST

Bripka Khairul, Gagalkan Penyelundupan Bayi Lobster, Sebulan Mengintai di Tengah Laut

Bripka Khairul ditugaskan mengintai pelaku penyelundupan baby lobster dan harus berada di tengah laut hingga sebulan. Berikut wawancara ekskusifnya.

Bripka Khairul, Gagalkan Penyelundupan Bayi Lobster, Sebulan Mengintai di Tengah Laut
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Bripka Khairul 

Apa saja kesulitan yang dialami saat melakukan pengintaian?

Mereka (penyelundup) ini pintar, mata matanya banyak dan semuanya bekerja, mereka selalu memantau pergerakan petugas. Jadi saat kita masih di laut, mereka diam dan operasinya masif. Namun saat kita naik ke darat mereka beraksi lagi.

Lalu, bagaimana menyiasatinya?

Mereka pasang, mata-mata, kami juga pasang mata-mata. Ada tujuh mata-mata kami, mulai dari daerah Jambi hingga Kepri.

Mulai darimana pengintaian dilakukan?

Melakukan pengintaian dari Jambi, di perairan Pukau, perairan Labun hingga masuk ke perairan Kepri.

Saat penyergapan, apakah ada perlawanan hingga kontak fisik?

Tidak ada kontak fisik. Saat kita sergap benih lobster itu akan transit ke kapal yang akan membawa ke Singapura. Kita menggunakan dua speed (boat). Satu speed 5 orang. Namun, saat kita mendekat kapal yang akan mengangkut barang bukti ini, mereka langsung melaju kencang, melarikan diri. Kita lakukan pengejaran, namun kecepatan kapal kita kalah dengan mereka sehingga mereka dapat berhasil lolos. Sementara kapal yang mengangkut BB (barang bukti) itu langsung kami ringkus dan kemudian kita giring ke darat.

Apakah ada aksi kejara-kejaran dalam penyergapan?

Sempat melakukan pengejaran selama 30 menit terhadap kapal yang akan mengangkut BB tersebut. Namun kapal kita jauh tertinggal. Kecepatan kapal kita hanya 58 knot, sedangkan mereka 60 hingga 70 knot.

Halaman
1234
Penulis: Beres Lumbantobing
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved