BATAM TERKINI

Termasuk Olahan Tembakau, Liquid Rokok Elektrik Harus Bayar Cukai, Begini Hitungannya

Pemerintah memungut tarif cukai untuk produk liquid vape karena merupakan produk olahan tembakau dalam bentuk cair. Begini hitungan tarifnya.

Termasuk Olahan Tembakau, Liquid Rokok Elektrik Harus Bayar Cukai, Begini Hitungannya
DOKUMENTASI
Ilustrasi Vape, rokok elektrik 

Termasuk Olahan Tembakau, Liquid Rokok Elektrik Harus Bayar Cukai, Begini Hitungannya

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Rokok elektrik yang saat ini famous di kalangan remaja ternyata sudah dikenakan cukai.

Ternyata aturan pengenaan cukai terhadap liquid vape yang merupakan hasil olahan tembakau lainnya, sudah terbit sejak bulan Juli 2018 lalu.

Pemerintah mulai memungut cukai rokok elektrik pada 1 September 2018.

Kabid Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai (BC) Batam, Sumarna mengakui Pengenaan cukai liquid rokok elektrik tersebut, diatur dalam Permendag Nomor 86 Tahun 2017. Tentang ketentuan impor rokok elektrik dan Permekeu Nomor 146 Tahun 2017 tentang tarif cukai hasil olahan tembakau.

"Alatnya tidak dikenakan cukai. Liquid vape dikenakan cukai karena merupakan produk olahan tembakau dalam bentuk cair," kata Sumarna, Rabu (13/11/2019).

Ia mencontohkan jika sebuah produk cairan vape ukuran 60 ml dengan HPP sebesar Rp 30 ribu dan marjin sebesar Rp 10 ribu.

Sebelum Beralih dari Rokok Tembakau ke Vape, Perhatikan 4 Hal Ini Dulu Sebelum Menyesal

Maka penentuan HJE, yaitu HPP + marjin + tarif cukai + PPN hasil tembakau, maka keluar angka sekitar Rp 117.994 sebagai HJE.

Selain soal HJE, pemerintah juga mengatur ukuran cairan vape, yaitu 15 ml, 30 ml, 60 ml dan 100 ml.

Dari empat ukuran tersebut, ditetapkan dua HJE, yaitu untuk mutu yang premium dan nonpremium.

Cukai liquid rokok elektrik sendiri dikenakan tarif cukainya 57 persen.

Kemenkeu melalui Dirjen BC juga menetapkan harga jual eceran (HJE) produk liquid rokok elektrik.

Perhitungan HJE ditentukan berdasarkan harga pokok produksi (HPP), marjin, tarif cukai dan pajak pertambahan nilai (PPN) hasil tembakau. (tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved