Sungai di Korea Selatan Mendadak Penuh Darah, Mayat-mayat Ditemukan Bertumpuk di Sejumlah Truk

Kasus pertama ada di Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan dengan cepat melakukan langkah pencegahan, termasuk memperketat perbatasan.

Sungai di Korea Selatan Mendadak Penuh Darah, Mayat-mayat Ditemukan Bertumpuk di Sejumlah Truk
Sungai di Korea Selatan Mendadak Penuh Darah, Mayat-mayat Ditemukan Bertumpuk di Sejumlah Truk
Sungai di Korea Selatan Mendadak Penuh Darah, Mayat-mayat Ditemukan Bertumpuk di Sejumlah Truk 

Sungai di Korea Selatan Mendadak Penuh Darah, Mayat-mayat Ditemukan Bertumpuk di Sejumlah Truk

TRIBUNBATAM.id- Penduduk Korea Selatan merasa cemas.

Meski tidak ada ancaman dari Kim Jong Un maupun adanya uji coba militer oleh Korea Utara, mereka tetap merasa khawatir.

Hal itu karena mereka menemukan sungai mereka tiba-tiba berubah warna menjadi merah pekat.

Setelah diusut penyebab merahnya sungai Korea Selatan bermula dari wabah Demam Babi Afrika.

Penyakit Demam Babi Afrika (ASF) yang mewabah di Korea Selatan menyebabkan otoritas setempat memusnahkan 47.000 ekor babi yang ada di Korea Selatan.

ASF ditemukan di Korea Selatan dengan dugaan penyakit itu muncul dari babi yang melintasi Zona Demiliterisasi (DMZ).

Kasus pertama ada di Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan dengan cepat melakukan langkah pencegahan, termasuk memperketat perbatasan.

Setiap babi hutan yang ketahuan melintas dari wilayah Korea Utara menjadi sasaran utama Militer Korea Selatan untuk dibasmi.

Meski begitu Seoul melaporkan kasus pertama muncul sejak 17 September lalu, dan total kejadian sudah mencapai angka 13 kejadian.

Halaman
12
Editor: Anne Maria
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved