Pria Paruh Baya Ditangkap Polisi, Hendak Buang 2 Bangkai Babi ke Aliran Sungai, Dibayar Rp 500 Ribu

Seorang tukang becak motor dotangkap polisi saat hendak membauang bangkai babi ke aliran sungai.

Pria Paruh Baya Ditangkap Polisi, Hendak Buang 2 Bangkai Babi ke Aliran Sungai, Dibayar Rp 500 Ribu
Dok. Polrestabes Medan
Sinar Hati Bulolo ditangkap polisi saat hendak membuang bangkai babi di parit di Desa Helvetia. 

TRIBUNBATAM.id - Polisi menangkap seorang pengemudi becak motor karena hendak membuang bangkai babi ke aliran sungai.

Penangkapan tersebut dilakukan pada, Minggu (17/11/2019) dini hari.

Dari pengakuan pelaku kepada pihak kepolisian, untuk membuang bangkai babi ia dijanjikan sejumlah uang dari orang yang menyuruhnya.

Untuk membuang bangkai babi tersebut, ia dijanjikan uang Rp 500 Ribu.

Restoran KFC Prasmanan Dibuka di Jepang, Hanya bayar Segini Bisa Makan Sepuasnya

Asosiasi di Kota Batam Ini Malah Ngadu Masalahnya ke Lukita, Ada Apa?

Petugas kepolisian menangkap seorang warga yang hendak membuang bangkai babi.

Seorang pengemudi becak bermotor ditangkap saat sedang membawa dua ekor bangkai babi, pada Minggu (17/11/2019) dinihari.

Pelaku hendak membuang bangkai babi ke aliran parit, Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto mengatakan, Tim Pegasus Polsek Sunggal menindak-lanjuti atas ditemukan 2 (dua) ekor bangkai babi yang di parit dusun II, Desa Helvetia Kecamatan Sunggal Deliserdang.

"Tim Pegasus melakukan penyelidikan dan pengintaian terhadap pelaku pembuang bangkai babi di wilayah Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal Deliserdang. Berdasarkan informasi yang diterima, bahwa pengemudi becak bermotor membawa bangkai babi," ujarnya.

Menindaklanjuti informasi tersebut, lanjut Kasat, petugas melakukan pembuntutan dan ketika pelaku akan membuang bangkai babi langsung dilakukan penangkapan.

Halaman
1234
Editor: Eko Setiawan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved