Breaking News:

DKPP Pecat KPU Batam

Ini 5 Nama Calon Pengganti Anggota KPU Batam yang Diberhentikan DKPP

Kelima nama tersebut termasuk dalam 10 orang yang lolos saat seleksi anggota KPU Kota Batam, April 2018 lalu.

tribunbatam.id/istimewa
Peluncuran maskot Pilkada di Panggung Puteri Kuning, Coastal Area, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri Sabtu malam kemarin. KPU Kabupaten Karimun menerima dana Rp 16,498 miliar untuk pelaksanaan Pilkada 2020. 

TRIBUN-BATAM.ID, BATAM —  Pemberhentian lima komisioner dan 1 sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), di Jakarta, Rabu (20/11/2019) siang, masih menyisakan pertanyaan publik; siapa yang selanjutnya, menyelenggarakan tahapan pemilihan wali kota dan gubernur langsung, 23 September 2020 mendatang?

Pasalnya, dua institusi penyelenggara pesta demokrasi ini, termasuk Sekretaris KPU Kota Batam, juga ikut diberhentikan dalam sidang resmi yang digelar di Ruang Sidang DKPP, Lantai 5, Jl MH Thamrin No. 14, Jakarta, Rabu (20/11/2019) pukul 13.30 WIB tadi.

Prof Dr Muhammad SIP, MSi, satu anggota DKPP kepada Tribun, Rabu (20/11/2019) malam, mengkonfirmasikan pasca-keluarnya putusan sidang majelis DKPP yang memberhentikan 6 penyelenggara pemilu ini, bukan alasan tak terselenggaranya tahapan pilkada serentak yang sudah dimulai.

“Aturannya diambil dari hasil seleksi sebelumnya,” kata mantan Ketua Bawaslu RI ini.

Guru besar Hukum Kepemiluan dari Unhas ini mengkonfirmasikan dengan Nomor putusan perkara; 157-PKE-DKPP/VI/2019 bagi KPU dan Nomor 180-PKE-DKPP/VII/2019 (Bawaslu Kota Batam direhabilitasi), otomatis semua penyelenggaranya dikenakan sanksi.

Ini 13 Orang yang Berhentikan 5 Anggota dan Sekretaris KPU dan Rehabilitasi 5 Anggota Bawaslu

Ini Penyebab Lima Komisioner KPU Batam Dipecat

Dari 6 penyelenggara di KPU adalah  lima anggota dan sekreteris  KPU Kota Batam periode 2018-2013 yang dipecat dengan nomor putusan perkara; 157-PKE-DKPP/VI/2019. 

Mereka antara lain 1. Syahrul Huda, 2. Zaki Setiawan, 3. Sudarmadi, 4. Muhammad Sidik, 5. Muliadi Evendi, dan 6. AC. Herlambang (Sekretaris KPU Kota Batam).

Padahal sebelumnya, AC Herlambang ini juga pernah ikut terkena sanksi dari DKP KPU bersama penyelenggara pemilu tahun 2014 lalu.

Lima Komisioner inilah yang telah diberhentikan secara tetap berdasarkan amar putusan DKPP karena terbukti telah melanggar kode etik.

Lima komisioner KPU Batam
Lima komisioner KPU Batam (tribunbatam.id/ leo halawa)

“Berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, mengabulkan pengaduan pengadu sebagian. Dan menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada teradu I Syahrul Huda, Ketua KPU Kota Batam, teradu II Zaki Setiawan, teradu III Sudarmadi, teradu IV Muhammad Sidik dan teradu V Muliadi Evendi masing-masing selaku anggota KPU Batam,” ucap Hakim DKPP saat sidang.

Sedangkan dari melalui surat keputusan eksekusi Nomor 180-PKE-DKPP/VII/2019, kelima penyeleggera pengawasan pemilu level kota yang direhabilitasi itu adalah 1. Syailendra Reza, 2. Bosar Hasibuan, 3. Helmy Rachmayani, 4. Mangihut Rajagukguk, 5. Nopialdi

Sekretaris DKPP Bernad D Sutrisno, putusan final pemecatan para penyelenggara pemilu itu, setelah rangkaian pemeriksaan panjang di Jakarta, dan sidang jarak jauh.

Merujuk aturan, setelah komisioner KPU diberhentikan maka selanjutnya digantikan calon anggota KPU urutan berikutnya dari hasil pemilihan seperiode mereka .

Sedangkan untuk anggota KPU provinsi digantikan oleh calon urutan berikutnya dari hasil pemilihan KPU pusat, dan untuk anggota KPU kabupaten/kota digantikan calon urutan berikutnya dari hasil pemilihan KPU provinsi (pasal 29 ayat 4).

Dalam ayat tersebut juga dijelaskan proses penggantian ini tidak diperlukan lagi panitia seleksi.

Jika mengacu pada peraturan tersebut maka nama-nama yang akan menggantikan 5 Komisioner KPU Kota Batam yang dipecat antara lain; Herrigen Agusti, Jernih Millyati Siregar, Martius, Nofrizal, dan William Seipattiratu.

Dari kelimanya ada mantan petahana KPU Batam, Jernih Millyati Siregar

Sedangkan dua lainnya William Seipatiratu dan Zaki Setiawan, berlatar belakang wartawan.

Kelima nama tersebut termasuk dalam 10 orang yang lolos saat seleksi anggota KPU Kota Batam, April 2018 lalu.

Mereka ini sebelumnya telah mengikuti fit and proper test. 

Namun, mereka juga harus dimintai kesediannya, termasuk mengecek apakah dari mereka tidak ada yang terdaftar sebagai kader partai atau pernah terlibat kasus hukum.

Ketua Tim Seleksi (Timsel) Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Riau periode 2018-2023 Razaki Persada, sebagaimana dilansir Antara kala itu, menyebutkan dari kelima nama calon itu telah mengikuti uji kepatutan dan kelayakan oleh KPU RI itu.

Tim seleksi menerima banyak laporan masyarakat terkait personal peserta seleksi, dan jadi bahan pertimbangan kala itu.

Penulis: Beres Lumbantobing
Editor: thamzil thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved