BATAM TERKINI

Anggota Dewan Ini Dapat Kabar, Pemerintah Bakal Cabut Subsidi Gas Elpiji 3 Kg

Tahun depan kemungkinan besar kuota gas elpiji 3 kg akan dikurangi pemerintah pusat. Bahkan subsidi si tabung melon dicabut

Anggota Dewan Ini Dapat Kabar, Pemerintah Bakal Cabut Subsidi Gas Elpiji 3 Kg
TRIBUNBATAM.ID/ROMA ULY SIANTURI
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho menyoroti rencana pembahasan regulasi jabatan Kepala BP Batam ex-officio Walikota Batam. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Anggota Komisi II DPRD Batam, Udin P Sihaloho, menanggapi adanya kelangkaan gas elpiji tiga kilogram di Batam.

Menurutnya, hal itu karena ada pendistribusian yang tak tepat sasaran.

"Kelangkaan elpiji 3 kilo itu murni disebabkan pendistribusian yang lambat saja dari Pertamina ke agen, serta turun ke bawah yakni pangkalan.

Hal itu sudah mulai terobati dalam beberapa hari belakangan ini, dibantu operasi pasar oleh Pertamina dan Disperindag Batam," ujar Udin, Kamis (21/11/2019) pagi.

Udin melanjutkan apabila memang benar terjadi kelangkaan, secara logika yang namanya ada operasi pasar, harusnya sebentar saja digelar pasti sudah ludes terjual. Fakta di lapangan, operasi pasar justru tak laku dan sepi peminatnya.

Gas Elpiji di Batam Langka? Ternyata Ini Sebabnya Kata Disperindag;Kuota Gas Masih Cukup



"Saya heran, dikatakan langka terus, langkanya dimananya?. Saya yakin terjadi kelangkaan sesaat karena pendistribusian dari Pertamina ini agak tersendat ke agen serta pangkalan," ujarnya.

Ia menilai isu yang beredar ada kelangkaan, memang sengaja dihembuskan ke masyarakat oleh oknum tertentu, agar mendapatkan tambahan kuota dari Pertamina itu mustahil. Menurutnya tak akan mungkin ada yang nekat untuk itu.

"Mustahil ada oknum yang sengaja menimbun elpiji 3 kg dalam jumlah besar hingga fantastis di Batam, agar pemerintah pusat menambah jumlah kuota," katanya.

Sementara itu, pada 2020 mendatang kemungkinan besar kuota gas elpiji 3 kg akan dikurangi pemerintah pusat. Bahkan kemungkinan besar tabung melon itu akan dicabut subsidinya.

"Kabar itu yang saya dengar," katanya.

Disperindag dan Pertamina Gelar Operasi Pasar Gas Elpiji 3 Kg, Ini 3 Tempatnya

Udinpun setuju subsidi pemerintah seperti elpiji dan Bahan Bakar Minyak (BBM) itu dialihkan ke hal yang menyentuh masyarakat langsung. Sehingga tak dimanfaatkan oleh orang-orang tingkat ekonomi mampu, seperti dialihkan ke sektor pendidikan ataupun kesehatan.

Ia mengimbau masyarakat yang tingkat ekonominya tergolong mampu, bersedia beralih menggunakan elpiji yang non subsidi.

Supaya yang subsidi bisa dinikmati masyarakat kurang mampu.

"Perkara siap tidaknya masyarakat tahun depan menerima kenyataan tabung melon dicabut subsidinya, lambat laun pasti nanti terbiasa," tuturnya.

Menurut Udin, hal ini sama seperti penggunaan minyak tanah ke elpiji sebelumnya. Setelah subsidi dicabut, bersedia atau tidak masyarakat terbiasa juga menggunakan elpiji.

Begitu juga dengan konsumsi premium. Seperti saat ini masyarakat lambat laun sudah terbiasa beralih menggunakan bahan bakar yang non subsidi seperti pertalite. 

(tribunbatam.id / Roma Uly Sianturi)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved