BATAM TERKINI

PKL Tolak Pasar Induk Jodoh Batam Dipagar, Pedagang: Pemerintah Harus Hormati Aspirasi Kami

Para pedagang Pasar Induk Jodoh Batam yang sebelumnya digusur aparat, ramai memadati lokasi Pasar Induk Jodoh Batam, Jumat (21/11/2019).

PKL Tolak Pasar Induk Jodoh Batam Dipagar, Pedagang: Pemerintah Harus Hormati Aspirasi Kami
TRIBUNBATAM.ID/ALAMUDIN HAMAPU
Pedagang eks Pasar Induk Jodoh Batam, memadati lokasi penggusuran di Jodoh, Jumat (22/11/2019) pagi. 

PKL Tolak Pasar Induk Jodoh Batam Dipagar, Pedagang: Pemerintah Harus Hormati Aspirasi Kami

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Para pedagang Pasar Induk Jodoh Batam yang sebelumnya digusur aparat, ramai memadati lokasi Pasar Induk Jodoh Batam, Jumat (21/11/2019).

Kedatangan para pedagang sejak pagi tersebut dilakukan karena para pedagang mendapatkan Informasi akan dilakukan penggusuran kembali dan pemagaran areal yang sudah dibongkar mereka.

Koordinator para pedagang Agung Widjaja mengatakan, tempat yang telah ditempati kembali oleh pedagang tersebut akan digusur paksa oleh Satpol PP.

"Isunya pedagang mau digusur lagi makanya kami berkumpul di sini," ujar Agung.

Agung menyebut, Pemerintah Kota Batam dan DPRD Kota Batam tidak menghormati hak-hak para pedagang pasar induk Jodoh Batam yang digusur dan tidak bisa berjualan kembali.

"Seharusnya pemerintah dan DPRD menghormati hak para pedagang, kalau memang belum ada kejelasan maka harus dihormati jangan dibuat takut lagi dengan intimidasi seperti ini," ujar Agung.

Agung juga mengungkapkan, kekecewaanya kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kota Batam Gustian Riau yang juga berada di lokasi dan tidak melakukan sesuatu.

"Tadi ada Pak Gustian Riau di sekitar sini cuma berteduh dan melihat-lihat saja tanpa berusaha melakukan dialog atau apapun itu," ujar Kordinator pedagang tersebut.

Agung juga mengungkap bahwa dirinya juga merasa sedikit lega bentrokan pedagang dan Satpol PP berhasil dihindarkan walaupun kejadian tersebut sebenarnya mereka yang memancing.

"Yang penting tidak terjadi keributan antara pedagang dan Satpol PP, walaupun sebenarnya mereka yang memancing keributan dengan tiba-tiba datang tanpa pemberitahuan atau negosiasi dengan pedagang," ujar Agung.

Seperti diketahui Satpol PP kota Batam mengerahkan lebih kurang 250 personel untuk melakukan pemagaran kembali di area pagar yang telah di bongkar oleh pedagang pada kemaren. (TRIBUNBATAM.ID/ALAMUDIN)

Penulis: Alamudin Hamapu
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved