Hendak Mencabuli, Korban Teriak, Remaja Ini Panik dan Lupa Kenakan Celana, Kini Diamankan Polisi

Polsek Tambelan amankan seorang remaja yang nekat masuk kedalam kamar dan hendak mencabuli seorang anak gadis di bawah umur

Hendak Mencabuli, Korban Teriak, Remaja Ini Panik dan Lupa Kenakan Celana, Kini Diamankan Polisi
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi pencabulan 
TRIBUNBINTAN.com,BINTAN - Unit Reskrim Polsek Tambelan amankan seorang remaja berinisial OP(16) yang nekat masuk kedalam kamar dan hendak mencabuli seorang anak gadis di bawah umur di Kecamatan Tambelan, Bintan.
Pria ini diamankan setelah pihak kepolisian mendapatkan laporan dari korban yang merupakan seorang pelajar yang masih duduk dibangku SMP di Tambelan, sebut saja namanya bunga yang masih berusia 14 tahun.
Setelah itu pihak kepolisian langsung mencari tahu dan memeriksa salah satu saksi berinisial YP yang awalnya diduga 
melakukan tindak pidana tersebut.
Dari rekaman CCCTV kala itu tanggal 21 November 2019 saksi sedang bersama dengan tersangka OP melewati jalan ke rumah korban, namun saksi YP menyangkal hal tersebut.
 
Selanjutnya, pihak kepolisian memperlihatkan barang bukti berupa celana jeans pendek dan ikat pinggang yang tertinggal di kamar korban (TKP).
"Nah disana YP pun memberitahu bahwa celana jeans dan ikat pinggang merupakan milik OP,"kata Kapolsek Tambelan, IPDA Missyamsu Alson, Minggu (24/11/2019).
Missyamsu Alson juga menuturkan, dari keterangan itu, pihaknya langsung mencari tahu keberadaan OP dan berhasil mengamankannya.
"Setelah kita amankan, lalu kita periksa dan dari hasil pemeriksaan OP mengakui perbuatannya yang akan mencabuli korban,"terangnya.
Missyamsu Alson juga menjelaskan, bahwa dari keterangan tersangka, perbuatan nekat yang dilakukannya dengan carak masuk kedalam rumah  melalui pintu jendela belakang.
Sebelum tersangka masuk kedalam kamar korban, tersangka menutup kepala dengan menggunakan baju kaos warna orange terlebih dahulu.
Selanjutnya, tersangka mengambil baju kaos singlet milik orangtua korban dengan melumuri baju singlet menggunakan minyak angin.
Lalu tersangka masuk ke dalam kamar korban yang sedang tidur, sesampainya di dalam kamar korban, tersangka membuka celananya.
Kemudian tersangka membekap mulut dan hidung korban, sehingga korban terbangun dan memberontak sambil berteriak.
"Saat korban memberontak dan teriak, tersangka panik dan melepaskan bekapannya dan langsung melarikan diri melalui pintu jendela tengah sehingga celana milik tersangka tertinggal di TKP,"terangnya.
Missyamsu Alson menambahkan, atas perbuatan yang dilakukan tersangka, tersangka akan di kenakan Pasal 82 ayat 1 UU NO. 35/2014 tentang perubahan UU no.23/2002 Perlindungan anak Jo pasal 53 KUHP Jo UU RI NO. 11/2012 tentang Sistim Peradilan Anak dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.
Namun karena tersangka dibawah umur masa penahanan sangat singkat hanya 15 hari.
 
Proses peradilan terhadap tersangka juga mengalami kendala, atas tidak adanya instansi terkait seperti BAPPAS, KPAI dan PEKSOS, untuk mendampingi tersangka dan korban sehingga menyulitkan proses penyelidikan.
"Jadi kita berencana akan membawa tersangka ke Bintan dengan menggunakan kapal KM sabuk nusantara 80 Senin (25/11/2019) besok 
agar proses penyidikan berjalan lancar,"katanya.(als)
 
Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved