Fadli Zon Anggap Wacana Presiden 3 Priode Buat Pecah Belah Negeri, Jangan Hembuskan Lagi Isu Itu

Politisi Partai Gerindra dan juga Anggota DPR RI Fadli Zon menganggap wacana penambahan masa jabatan Presiden itu merupakan hal yang sangat berbahaya.

Fadli Zon Anggap Wacana Presiden 3 Priode Buat Pecah Belah Negeri, Jangan Hembuskan Lagi Isu Itu
YouTube Indonesia Lawyers Club
Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon memberikan peringatan kepada pemerintah. Ia mengungkapkan agar tak menjadikan isu radikalisme sebagai isu utama. 

TRIBUNBATAM.id - Politisi Partai Gerindra dan juga Anggota DPR RI Fadli Zon menganggap wacana penambahan masa jabatan Presiden itu merupakan hal yang sangat berbahaya.

Maka dari itu, Fadli Zon berharap semua pihak jangan lagi menggulirkan lagi isu seperti itu.

Wacana menghidupkan kembali Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang berujung pada usulan penambahan masa jabatan presiden dinilai Fadli Zon sangat berbahaya.

Hal tersebut diungkapkan mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia itu lewat live akun twitternya @fadlizon; pada Selasa (26/11/2019).

Dalam wawancara bersama sejumlah wartawan di teras gedung DPR itu, Fadli Zon menegaskan usulan penambahan masa jabatan presiden dan wakil presiden akan membuka kotak pandora.

"Usulan itu menurut saya sangat berbahaya dan bisa membuka kotak pandora, orang bisa bicara nanti bentuk dasar negara lagi, orang bisa berbicara lagi bentuk negara, apakah kesatuan atau federasi?," jelasnya.

Oleh karena itu, Fadli Zon berharap agar seluruh pihak tidak kembali menggulirkan wacana penambahan masa jabatan presiden dan wakil presiden.

Usulan penambahan masa jabatan presiden dan wakil presiden katanya kembali membuka luka lama.

"Jadi sudahlah jangan bermain-main dengan seperti itu. Itu juga saya kira, mungkin memori di tahun 63 dulu ingin menjadi presiden seumur hidup," jelas fadli Zon.

Hari Jadi Kota Batam ke-190, Era Berakhirnya Dualisme Kewenangan

"Kan dulu pernah ada Tap MPR-nya tentang presiden seumur hidup. Jadi jangan pernah berpikir kayak itu kalau kita masih mau menjadi negara demokrasi," tambahnya.

Halaman
1234
Editor: Eko Setiawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved