Pengacara Staf Khusus Wapres: Klien Saya Hanya Jadi Saksi 

Agustus 2019 lalu, pengacara Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikhsan Abdullah membantah kliennya, Lukman menerima uang hasil pemerasan.

dok_pengacara_
Surat pemberirtahuan perkembangan penyidikan yang menyatakan Lukman Hakim hanya saksi tak bisa dijadikan tersangka 

TRIBUN- BATAM.ID, BATAM —  Dr Lukmanul Hakim, satu dari delapan staf khusus Wakil Presiden ke-13 Indonesia, KH Ma’ruf Amin, ternyata pernah diperiksa di kasus dugaan penipuan dengan pelanggaran Pasal 378 KUHP penipuan.

Ketua Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini diperiksa sebagai saksi melalui surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) Nomor: B/144.4a/VIII/2019/Ditpidum.

Dikonfirmasi Tribun, Senin (26/11/2019) malam, Lukmanul Hakim, meminta Tribun menghubungi pengacaranya.

Staf Khusus Wapres RI Lukmanul Hakim saat mendampingi Ketua MUI Ma'ruf Amin dan Presiden Joko Widodo di peresmian Menara MUI di Jakarta, Juli 2018 lalu.
Staf Khusus Wapres RI Lukmanul Hakim saat mendampingi Ketua MUI Ma'ruf Amin dan Presiden Joko Widodo di peresmian Menara MUI di Jakarta, Juli 2018 lalu. (dok_LKBN_Antara_puspa_P)

“Silakan hubungi pengarara saya,” jawan Ketua Ketua  Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

1 dari 8 Staf Khusus Wapres Ma’ruf Amin Ternyata Pernah Diperiksa Polisi, Ini Buktinya

Staf Khusus Wapres Kiai Ma’ruf: Silakan Hubungi Pengacara Saya

Pengacara Lukmanul Halim, Ikhsan Abdullah, Selasa (26/11/2019) menyebut penyidikan kasus kliennya sudah dihentikan.

“Itu produknya per Sept 2019. Dan sekarang kasusnya sudah dihentikan,” ujar Ikhsan, seraya mengurikna Tribun surat dari penyidik Bareskrim No: B/932/IX/2019 per tanggal 12 September 2019.

Surat pemberirtahuan perkembangan penyidikan yang menyatakan Lukman Hakim hanya saksi tak bisa dijadikan tersangka
Surat pemberirtahuan perkembangan penyidikan yang menyatakan Lukman Hakim hanya saksi tak bisa dijadikan tersangka (dok_pengacara_)

Dia membenarkan ada surat pemberitahuan dimulainya penyidikan kepada jaksa atas kliennya, per tanggal 28 Agustus 2019 lalu.

Namun, menurut Ikhsan Abdullah, September 2019 kemudian Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Mombes Pol Agus Nugroho (NRP 69080353), per tanggal 12 September 2019 juga mengeluarkan surat pekembangan penyidikan, yang menyatakan kliennya hanya sebagai saksi.

Dari surat dari Mabes Polri itu dijelaskan bahwa sebagai Terlapor; Lukmanul Hakim tidak dapat dijadikan tersangka,

Alasannya, dari sejumlah fakta hasil penyidikan tidak ditemukan bukti yang cukup.

Halaman
1234
Penulis:
Editor: thamzil thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved