PILWAKO BATAM

Lukita Tawarkan Solusi Penanganan Sampah Bernilai Ekonomi, Ini Gagasannya untuk Batam

Sejak awal Lukita tidak terlalu setuju dengan metode pengelolaan sampah di Batam. Karena dibuat menumpuk tanpa upaya pengolahan.

Lukita Tawarkan Solusi Penanganan Sampah Bernilai Ekonomi, Ini Gagasannya untuk Batam
tribunbatam.id/alamudin
tumpukan sampah di TPA Punggur Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Produksi sampah di Kota Batam dan pengelolaannya menjadi permasalahan tersendiri di Kota Batam.

Menanggapi permasalahan itu, bakal calon (balon) Wali Kota Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo menawarkan solusi penanganan sampah ke depan. 

Dengan begitu, tidak hanya Kota Batam yang akan menjadi bersih, namun juga mampu bernilai ekonomi.

Ditemui di Batam, Minggu (24/11/2019) Lukita menyatakan, jika dipercaya memegang kendali Pemko Batam kelak, dia akan menerapkan sejumlah langkah penanganan sampah.

Persoalan sampah diakuinya memang bukan perkara mudah.

Pedagang Kali Lima di Batam Curhat saat Ketemu Lukita Dinarsyah Tuwo

"Ada berbagai sisi yang harus diatur agar sampah tidak berdampak buruk baik untuk estetika maupun kesehatan lingkungan," ujar Lukita kepada Tribunbatam.id.

Dia menyebut, sejak awal tidak terlalu setuju dengan metode pengelolaan sampah di Batam.

"Idealnya sampah tidak hanya ditumpuk tanpa upaya pengolahan karena akan mengakibatkan berbagai gangguan dan memakan banyak tempat," ujarnya.

Mantan Kepala BP Batam tersebut juga mengatakan, luasan tanah di Batam sangat terbatas, sehingga sampah tidak dapat ditumpuk begitu saja tanpa pengolahan.

Lukita bertekad mengubah sistem dan mekanisme pengelolaan sampah sejak dari produsennya yakni, rumah tangga, hotel, rumah sakit, restoran dan pabrik.

Lukita Dinarsyah Tuwo Orang Pertama Kembalikan Formulir Pilkada Batam di Penjaringan Hanura

"Sosialisasi harus menyeluruh, sejak dari hulu. Pemerintah Kota Batam harus melakukan edukasi kepada penghasil sampah agar memilah sebelum dibuang. Jika tidak dipilah, sampah akan lebih sulit dikelola," ujar Lukita.

Untuk sampah kering yang masih dapat didaur ulang, masyarakat dapat menjualnya sendiri atau jika sudah sampai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur, diletakkan terpisah agar dapat dimanfaatkan oleh pekerja pemilahan.

Halaman
12
Penulis: Alamudin Hamapu
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved