Breaking News:

BATAM TERKINI

HOAXS! Pesan Berantai WhatsApp Soal Makanan Kaleng Bikin Kanker Otak, Cek Faktanya Lewat BPOM

Kepala BPOM Kepri, Yosef Dwi Irawan memastikan berita tentang makanan kaleng yang menyebabkan kanker otak, hoaxs dan tak perlu dipercaya.

TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA/FREEPIK.COM
Ilustrasi Hoaxs 

HOAXS! Pesan Berantai WhatsApp Soal Makanan Kaleng Bikin Kanker Otak, Cek Faktanya Lewat BPOM

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pesan berantai disebarkan lewat WhatsApp dan membuat cemas pembacanya.

Pasalnya, dalam pesan itu berisi imbauan agar tidak mengkonsumsi makanan kaleng berisi buah buahan.

Ada juga yang pesan berisi pesan mengenai wabah pengerasan otak dari Pengerasan Otak (Kanker Otak), Diabetes dan Pengerasan Sumsum Tulang Belakang (Mematikan sumsum tulang belakang).

Dan masih banyak pesan berantai serupa yang disebarluaskan melalui media sosial baik WhatsApp dan media sosial lainnya.

Menanggapi banyaknya informasi serupa yang beredar Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makan (BPOM) Kepulauan Riau (Kepri) Yosef Dwi Irawan mengatakan Informasi seperti itu biasanya hoaxs yang sengaja disebar.

"Itu hoax dan tidak benar," tegas Yosef.

Facebook dan Instagram Bakal Tandai Postingan Hoaks, Begini Cara kerjanya

Yosef menjelaskan bahwa semua produk yang telah terdaftar di BPOM dan sudah memiliki izin edar pastinya sudah dilakukan kajian terhadap mutu dan keamanannya.

"Sejauh produk pangan sudah memiliki izin edar dari Badan POM tentunya telah dilakukan kajian mutu dan keamanan," ujar Yosef.

Ia juga menghimbau masyarakat agar melakukan cek klik terhadap produk atau Informasi agar tidak termakan isu hoaxs yang dibuat oleh orang tidak bertanggung jawab.

Yang pasti masyaraka

t harus jadi konsumen cerdas dan bijak dengan CEK KLIK (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar dan Cek Kadaluarsa)," ujar Yosef pada Kamis (28/11/2019). (TRIBUNBATAM.ID/ALAMUDIN)

Penulis: Alamudin Hamapu
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved