TANJUNGPINANG TERKINI

Kurir Sabu 25 Kg Tertunduk Saat Ekspos Kasus di Tanjungpinang, Dapat Upah Rp 10 Juta Per Orang

Kasat Narkoba Polres Tanjungpinang AKP Chrisman Panjaitan menyampaikan, keempat pelaku berstatus sebagai kurir dengan upah Rp 10 juta per orang

Kurir Sabu 25 Kg Tertunduk Saat Ekspos Kasus di Tanjungpinang, Dapat Upah Rp 10 Juta Per Orang
tribunbatam.id/endrakaputra
Ungkap Kasus Narkotika Janis Sabu oleh Polres Tanjungpinang Jumat (29/11/2019). 

Polisi pun mengamankan dua pelaku. Dimana pelaku yang diamankan bernisial W, dan PP yang akan selanjutnya mengantarkan barang tersebut ke pelaku lainnya.

"Kemudian dari dua pelaku yang kita amankan ini, kita buntuti lagi saat akan menyerahkan sabu tersebut ke dua pelaku lainnya berinisial P dan Af. Keempat pelaku pun berhasil diringkus," ujarnya.

Pengungkapan ini pun dilakukan pada 26 November 2019. Polisi berhasil mengamankan empat pelaku beserta barang bukti 25 kilogram sabu, dan satu unit minibus bernomor polisi B 1132 WKE untuk membawa sabu.


Dikendalikan Dari Dalam Lapas Jambi

Satres Narkoba Polres Tanjungpinang berhasil mengungkap kasus narkotika jenis sabu seberat 25 Kilogram.

Kapolres Tanjungpinang AKBP M. Iqbal menyampaikan, barang haram tersebut berasal dari Malaysia.

Narkotika jenis sabu itu dikendalikan melalui Lapas di Kota Jambi.

"Dari hasil penyelidikan Satresnarkoba, barang haram ini didapat dari Malaysia, dengan dikendalikan oleh narapidana di Lapas Jambi," ujarnya saat memimpin ekspose kasus, Jumat (29/11/2019).

Disampaikannya, polisi pun tengah melakukan pengembangan, dan pengejaran terhadap pengendali sabu dari lapas tersebut.

 Ungkap Kasus Sabu 25 Kg, Satresnarkoba Polres Tanjungpinang Kejar Pelaku Hingga ke Jambi



"Tim masih melakukan pengembangan untuk mengungkap si pengendali dari Lapas tersebut, sudah kita DPO (Daftar Pencarian Orang) kan pelaku ini," tegasnya.

Dari hasil pengungkapan 25 kilogram sabu itu, polisi berhasil meringkus empat pelaku yang diantaranya warga asli Jambi berinisial W, PP, P, dan AF.

Keempat pelaku ini pun akan dijerat pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

"Ancaman hukuman dipidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun, dan paling lama 20 tahun dengan denda maksimal Rp 10 miliar," ujarnya.

(tribunbatam.id/endrakaputra)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved