Pengamat Politik Sebut Ada Menteri Kabinet Jokowi Bukan Membantu, Malah Timbulkan Masalah Baru

wajar bila publik mulai merasa kondisi ekonomi makin sulit. Saya sangat menyayangkan sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Maju bukannya membantu Pres

Pengamat Politik Sebut Ada Menteri Kabinet Jokowi Bukan Membantu, Malah Timbulkan Masalah Baru
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengenalkan Kabinet Indonesia Maju di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). 

TRIBUNBATAM.id - Ada sejumlah Menteri dalam kabinet Jokowi yang dinilai tidak bekerja membantu presiden.

Wajar saat ini, masyarakat merasa kesulitan dalam masalah ekonomi.

Pengamat politik Ujang Komarudin menilai kiprah para menteri Kabinet Indonesia Maju pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak sepenuhnya membuat kinerja pemerintah menjadi lebih baik.

Video Hot Pak Camat, Wanita Lawan Main Pak Camat di Video Ternyata Karyawan Salon

6.727 Warga Batam Positif HIV dan 816 Meninggal, Data Ini Akan Bertambah Jika Warga Periksakan Diri

Buktinya, masyarakat masih merasakan kesulitan ekonomi.

“Saya melihat wajar bila publik mulai merasa kondisi ekonomi makin sulit. Saya sangat menyayangkan sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Maju bukannya membantu Presiden Jokowi, namun justru menimbulkan masalah baru,” ujar Ujang melalui layanan pesan, Jumat (29/11/2019).

Pengajar di Universitas Al Azhar Indonesia itu lantas memberikan contoh tentang keputusan pemerintah melarang ekspor biji nikel yang kini dipersoalkan Uni Eropa.

“Tentu itu sebuah kondisi yang tidak kita inginkan. Di tengah resesi global, sulitnya perekonomian, tak seharusnya Indonesia dipersulit lagi dengan konflik-konflik begitu,” kata Ujang.

Lebih lanjut direktur eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu menyoroti Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B Panjaitan yang begitu getol menyuarakan larangan ekspor biji nikel.

Menurut Ujang, pelaku usaha pertambangan menduga ada kejanggalan dalam pelarangan itu.

“Saya tak mau berspekulasi soal dugaan kartel. Biarlah KPK yang turun tangan mengusutnya, untuk mengetahui apakah betul ada konflik kepentingan dan kepentingan pribadi yang bermain,” katanya.

Halaman
12
Editor: Eko Setiawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved