Pria Bikin Resah, Ditangkap Polisi karena Suka Petantang-petenteng Bawa Golok dan Palak Warga

Pemuda pemalak yang sering menggunakan Senjata Tajam (Sajam) jenis golok ditangkap polisi. Diketahui, aksi pelaku selama ini memang sering meresahkan

Pria Bikin Resah, Ditangkap Polisi karena Suka Petantang-petenteng Bawa Golok dan Palak Warga
istimewa/polsek angsana
Herman pelaku pemerawasan warga diringkus anggota Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Angsana, Kamis (28/11/2019) sekitar pukul 16.30 Wita. 

TRIBUNBATAM.id - Pemuda pemalak yang sering menggunakan Senjata Tajam (Sajam) jenis golok ditangkap polisi.

Diketahui, aksi pelaku selama ini memang sering meresahkan warga.

Apalagi dirinya sering patantang-petenteng membwa golok untuk melakukan aksinya itu.

6.727 Warga Batam Positif HIV dan 816 Meninggal, Data Ini Akan Bertambah Jika Warga Periksakan Diri

Penyebaran Virus HIV/AIDS di Batam, Bermula Dari Pulau Mat Belanda yang Ditinggali Bajak Laut

Aksi beringas Herman alias Dayak, membuat resah warga di Kecamatan Angsana dan Sungailoban Kabupaten Banjar lantaran ulahnya yang sering memeras dan mengancam korbannya menggunakan golok berakhir sudah.

Berakhirnya aksi pemerasan dan pengancaman dilakukan Herman setelah, ia berhasil diringkus anggota Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Angsana, Kamis (28/11/2019) sekitar pukul 16.30 Wita.

Penangkapan oleh anggota yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Angsana Aipda Mihrab. Saat tersangka Herman sedang berada di rumahnya di Desa Sebamban Baru, Kecamatan Sungailoban Tanahbumbu.

 

Pelaku beberapa kali melakukan pemerasan dan pengancaman di wilayah Kecamatan Angsana dan Sungailoban.

Menurut Tony, pertama pada Kamis (14/11/2019) pukul 23.00 wita di Desa Banjarsari, RT 04, Kecamatan Angsana Kabupaten Tanah Bumbu.

Hari Aids Sedunia, 816 Orang di Batam Meninggal Akibat Aids Selama 2019

Berawal saat Sudaryani seorang saksi mengantar piring ke rumah kakanya Parijo yang berjarak sekitar 10 meter dari rumahnya.

Di samping rumah Parijo, saat itu kondisi agak gelap. Tiba-tiba rambut Sudaryani ditarik seseorang yang tidak dikenalnya. Selain orang tidak dikenal itu juga menodongkan sebilah parang dan merebahkan tubuh Sudaryani ke tanah sambil meminta sejumlah uang.

Halaman
12
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved