SEA GAMES 2019
Kisah Memilukan Windy Cantika Aisah Sebelum Raih Emas SEA Games, Mobil Ditabrak hingga Ayah Operasi
Lifter putri Indonesia, Windy Cantika Aisah, berhasil mempersembahkan medali emas ketiga bagu kontingen Merah Putih di SEA Games 2019
TRIBUNBATAM.id, MANILA - Peroleh medali emas kontingen Indonesia bertambah lewat cabang angkat besi.
Lifter putri Indonesia, Windy Cantika Aisah, berhasil mempersembahkan medali emas ketiga bagu kontingen Merah Putih di SEA Games 2019.
Turun di kelas 49 kg putri, Windy Cantika Aisah meraih medali emas pada cabang olahraga angkat besi SEA Games, Senin (2/12/2019).
Windy memastikan medali emas setelah sukses mengangkat beban 86 kg pada angkatan ketiga snatch.
Ditemui seusai pertandingan, Windy mengaku sempat grogi sebelum berhasil menjadi juara.
• Cindy Permadi Buka Suara Soal Dirinya yang Viral Saat Liput Aksi 22 Mei 2019
• Ada Apa dengan Cristiano Ronaldo di Juventus? Baru Cetak 6 Gol Hingga Pekan ke 14, di Timnas 11 Gol
"Cuma gimana saya mengatasinya. Kemudian sebelumnya itu banyak yang Windy alami," kata Windy.
Windy memang harus melalui berbagai masalah sebelum tampil di SEA Games 2019.
"Hal tidak enak seperti mobil ditabrak sampai hancur," kata Windy.
Menurut Windy, insiden tersebut terjadi selepas pulang dari kualifikasi Olimpiade Thailand.
"Pas pulang, bannya bocor. Mobil kemudian ditabrak dari belakang. Windy pun hampir meninggal di situ," tutur Windy.
"Hari ini pun, bapak Windy dioperasi jam 8. Operasi di hidung kayak ada semacam ada tumor," jelasnya.
Namun, menurut Windy, sang ayah memberikan motiviasi kepada diirnya sebelum bertanding.
• Jelang Persib Bandung vs Persela Lamongan, Maung Bandung Dapat Kabar Bagus, Jupe Sudah Bisa Main
• Semen Padang vs Bali United, Butuh Poin Hindari Degradasi Kabau Sirah Ingin Tunda Juara Bali United
"Kata dia tenang saja karena papah ada yang jagain di sana. Semangat saja. Kasih yang terbaik buat papah," tutur Windy.
Windy tidak memungkiri berbagai masalah tersebut sempat mengganggu konsentrasinya.
Karena itu, lifter berusia 17 tahun tersebut bersyukur bisa tampil sebagai juara.
"Ini SEA Games pertama. Bisa memecahkan rekor alhamdulillah. Berkat orang tua dan juga pelatih," ujarnya.
Selain meraih medali emas, Windy juga berhasil memecahkan rekor dunia youth angkatan snatch yang tercatat atas namanya sendiri.
Di rekor sebelumnya, Windy menorehkan beban terbaik 86 kg untuk jenis angkatan snatch.