HARI ANTI KORUPSI 2019

Hari Anti Korupsi 2019, Saut Situmorang Minta Presiden Terbitkan Perppu Batalkan UU KPK

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang menilai, revisi UU KPK melemahkan kinerja lembaga anti rasuah itu. Makanya dia berharap Presiden keluarkan Perppu

Hari Anti Korupsi 2019, Saut Situmorang Minta Presiden Terbitkan Perppu Batalkan UU KPK
net
Ilustrasi Hari Anti Korupsi Sedunia 

TRIBUNBATAM.id - Jelang peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, Indonesia masih dihadapkan dengan pro kontra revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang sendiri menilai, revisi UU KPK melemahkan kinerja lembaga anti rasuah itu.

Setidaknya ada 26 poin dalam revisi UU itu yang melemahkan KPK.

Akhirnya, revisi UU KPK ini justru dinilai menciptakan risiko dalam kinerja KPK.

Saut berharap Presiden Jokowi segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) KPK .

Mantan Staff Ahli Badan Intelijen Negara (BIN) ini mengatakan Presiden Jokowi tidak tegas.

 Jelang Hari Anti Korupsi 2019, KPK Masih Berharap Jokowi Terbitkan Perppu Batalkan UU KPK

Ia berharap ada kerja sama antara pemerintah dengan KPK untuk memberantas praktik korupsi.

"Saya berharap di Perpu saja. Kesan presiden sebagai tonggak pemberantasan korupsi tidak tegas. Bagaimana kita mengangkat menjadi lebih tinggi (pemberantasan korupsi) kita harus kerja sama," katanya.

Saut menjelaskan selama ini KPK bekerja dengan cepat.

Hanya dengan dua bukti yang kuat sudah dapat melakukan penindakan.

Namun, ia mengaku tetap mengupayakan pencegahan dengan kegiatan ke seluruh daerah di Indonesia.

"Pencegahan memang sangat penting. Tidak hanya Sumut semua daerah sama. Karena Indonesia memang lambat. Karena lingkungan juga. Kalau di kepala masih korupsi sama saja. Mengambil yang bukan haknya tetap di dalam pikirannya. Kasih KPK 20 ribu pegawai, kita bisa selesaikan korupsi itu. Pegawai di KPK hanya sedikit," katanya.

Saut mengharapkan pimpinan KPK yang baru dapat bekerja dengan berani. Harus siap untuk dikritik dari berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, bekerja sebagai pimpinan KPK selalu dipantau oleh masyarakat.

"Saya berharap mereka meninggikan nilai di KPK. Mereka bisa menyesusaikan dengan etik dan Indonesia lebih bersih. Harus berani lalu adil. Bisa menyesuaikan diri. Pimpinan di sana biasa dikritik. Jangan sakit hati karena dikritik oleh masyarakat. Banyak yang akan memantau pimpinan KPK," katanya. (tmy/tribun-medan.com)

*Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Saut Situmorang: Banyak Pegawai Sudah Tidak Bangga Lagi Kerja di KPK

Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved