KARIMUN TERKINI

Ini Keluhan Petani Semangka di Pulau Karimun Besar, Pernah Ditawarkan Ekspor ke Singapura

Petani semangka di Pulau Karimun Besar meninta agar pelatihan terhadap petani dilakukan lebih tepat sasaran. "Daerah sini panas, pelatihannya di Bogor

Ini Keluhan Petani Semangka di Pulau Karimun Besar, Pernah Ditawarkan Ekspor ke Singapura
tribunbatam.id/istimewa
Petani Semangka di Pulau Karimun Besar menimbang hasil panennya Selasa (3/12/2019). 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Petani semangka di Pulau Karimun Besar mengalami kendala dalam memasarkan hasil panennya. 

Minimnya pengetahuan akan kualitas buah ekspor hingga pembinaan terhadap para petani dirasa belum optimal bagi mereka. 

Seorang Petani semangka di Desa Sememal, Samsuri mengatakan, untuk memasarkan hasil panen ke luar daerah membutuhkan jumlah buah dan biaya yang cukup tinggi.

Minimnya luas kawasan yang dijadikan sebagai ladang untuk buah semangka di Karimun,  membuat hasil panen terbatas.

Untuk saat ini, Samsuri membuka kebun buah semangka diatas lahan seluas dua hektar, dengan hasil mencapai 7 ton untuk sekali masa panen.

"Proses panen kita lakukan bertahap, total hasil panen di atas lahan ini semua berkisar 30 ton. Dengan modal awal kita sekitar Rp 70 jutaan, karena juga harus menggunakan alat berat ketika membuka lahannya," jelasnya Selasa (3/12/2019).

Petani semangka di Pulau Karimun Besar, Kabupaten Karimun menunjukkan hasil panennya. Petani semangka di Karimun mengeluhkan masih adanya kendala dalam segi pemasaran semangka produksi mereka.
Petani semangka di Pulau Karimun Besar, Kabupaten Karimun menunjukkan hasil panennya. Petani semangka di Karimun mengeluhkan masih adanya kendala dalam segi pemasaran semangka produksi mereka. (tribunbatam.id/istimewa)

Samsuri menyebut, petani semangka di Karimun sempat memperoleh permintaan untuk ekspor ke negara Singapura.

Bahkan menurutnya pihak Karantina Pertanian Karimun juga pernah menyinggung soal iti.

Namun karena terhambat kualitas buah yang dihasilkan petani saat ini, hal tersebut belum dapat terwujud.

Saat ini Samsuri hanya memasarkan hasil pertanian tersebut ke beberapa pulau yang tersebar di Kabupaten Karimun saja. Semangka dijual melalui pedagang yang memang menjadi langganannya.

 "Kawan-kawan dulu pernah ditawarin untuk pemasaran ke Singapura," ujarnya.

Selain itu Samsuri juga menyayangkan belum optimalnya pelatihan dan pembinaan bagi petani di Karimun.

Padahal Pemerintah Daerah menekankan kepada para petani untuk dapat menanam tanaman organik.

"Kami juga berharap kepada pemerintah memperhatikan mengenai organik ini. Pelatihannya kalau bisa jangan seperti itu-itu saja, Di sini daerah panas. Ada temen-temen petani di kirim pelatihan ke daerah Bogor yang cuacanya dingin. Tentu tidak cocok," ungkapnya.(tribunbatam.id/elhadifputra)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Septyan Mulia Rohman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved