ANAMBAS TERKINI

Dampak Topan Kammuri, BMKG: Gelombang Laut Anambas Masuk Peringatan Waspada

Kepala BMKG Kelas III Tarempa, Dudi Juhandinata meminta nelayan untuk tidak melaut setelah gelombang laut Anambas masuk peringatan waspada.

Dampak Topan Kammuri, BMKG: Gelombang Laut Anambas Masuk Peringatan Waspada
tribunbatam.id
Kapal pompong di Pelabuhan Sri Siantan, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri Rabu (4/12/2019). BMKG mengeluarkan peringatan waspada dampak dari Topan Kammuri di sekitar Filipina. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Gelombang laut di Kabupaten Kepulauan Anambas memasuki peringatan waspada akibat dampak dari Topan Kammuri di sekitar wilayah Filipina

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kelas III Tarempa pun sudah mengeluarkan peringatan kepada masyarakat nelayan dan operator transportasi laut soal status waspada itu. 

Pihaknya mengimbau agar nelayan tidak melaut dulu karena cuaca ekstrem ini. 

"Kami sudah berikan peringatan agar waspada terhadap gelombang di perairan Bintan, Natuna, dan Anambas," kata Kepala Stasiun  Dudi Juhandinata kepada tribunbatam.id melalui WhastsApp,  Rabu (4/11/2019).

Kapal pompong di Pelabuhan Sri Siantan, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri Rabu (4/12/2019). BMKG mengeluarkan peringatan waspada dampak dari Topan Kammuri di sekitar Filipina.
Kapal pompong di Pelabuhan Sri Siantan, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri Rabu (4/12/2019). BMKG mengeluarkan peringatan waspada dampak dari Topan Kammuri di sekitar Filipina. (tribunbatam.id)

Menurut Dudi Juhandinata, BMKG Tarempa sudah memberi peringatan dini melalui siaran televisi yang diperbaharui setiap hari melalui channel lokal. 

Pantauan tribunbatam.id di Pelabuhan Sri Siantan, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, ombak terlihat begitu kencang. Air laut pun terlihat pasang.  

Tidak terlihat adanya aktivitas kapal yang berlayar. Kapal kayu maupun speedboat hanya sandar di tepi pelabuhan. 

BMKG memprediksi, kecepatan angin di Laut Natuna Utara mencapai  20 knot di Laut Natuna Utara. Kecepatan angin ini memicu peningkatan gelombang laut.(tribunbatam.id/Rahmatika)

Penulis: Rahma Tika
Editor: Septyan Mulia Rohman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved