KISRUH TAKSI BATAM

ASITA Sarankan Pemerintah Studi Banding Selesaikan Kisruh Taksi Online dan Konvensional di Batam

Tak usah jauh-jauh, seperti di Pekanbaru saja. Di sana sudah aman malah. Lihat Bali, Yogyakarta, Singapura dan lainnya.

ASITA Sarankan Pemerintah Studi Banding Selesaikan Kisruh Taksi Online dan Konvensional di Batam
Tribunbatam.id/Argianto DA Nugroho
Kisruh taksi online dan pangkalan di Pelabuhan Internasional Batam Centre 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Menanggapi kisruh taksi online dan taksi konvensional di Pelabuhan Batam Center, mendapat sorotan dari pelaku pariwisata di Batam.

Sekjen Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Kepri, Febriansyah menegaskan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) harus ambil solusi tegas untuk menyelesaikan persoalan ini.

"Sangat memprihatinkan dan memalukan sekali. Apalagi terjadi di tempat vital seperti Pelabuhan Internasional. Kan ada Sapta pesona.

Pertama keamanan, kedua ketertiban. Bagaimana kita mau bicara pariwisata kalau daerahnya tak aman atau tak tertib.

Yang pasti dari sisi pariwisata kita sangat sedih. Kalau bicara pariwisata ini berhubungan dengan citra. Semua stakeholder berpartisipasi menjaganya," ujarnya kepada Tribun, Kamis (5/12/2019).

PULUHAN Wakil Taksi Online dan Konvensional Datangi Mapolda Kepri, Ada Apa?

Ia menyarankan, jika Dinas Perhubungan Provinsi Kepri bingung cara penyelesaiannya, silahkan melakukan study banding ke daerah terdekat.

Wilayah yang sudah menerapkan sistem aplikasi online dan taksi konvensional ini berada di daerahnya.

"Cobalah study banding ke wilayah lain. Tak usah jauh-jauh deh, seperti di Pekanbaru saja. Di sana sudah aman malah. Lihat Bali, Yogyakarta, Singapura dan lainnya.

Bahkan banyak taksi konvensional di sana sudah bergabung dengan online," tegas Febriansyah.

Diakuinya transportasi juga salah satu penunjang pariwisata di sebuah daerah. Seharusnya pemerintah sudah bisa mengaturnya dengan baik.

Lantas seperti apa pengaturannya? Menurutnya Pemerintah Daerah sejak awal sudah mengetahuinya.

Halaman
1234
Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved