ANAMBAS TERKINI

Cuaca Ekstrem Topan Kammuri, Otoritas Pelabuhan Tarempa Imbau Kapal Tak Berlayar dari 4 Desember

Peringatan aktivitas pelayaran dikeluarkan otoritas pelabuhan di Tarempa, Anambas karena cuaca ekstrem dampak Topan Kammuri di sekitar Filipina.

TRIBUNBATAM.id/SEPTYAN MULIA ROHMAN
Kapal speedboat dengan model panjang tampak parkir di Pelabuhan Sri Siantan, Tarempa. Otoritas pelabuhan di Tarempa mengeluarkan peringatan untuk aktivitas pelayaran. Hal ini akibat cuaca ekstrem dari Topan Kammuri di Filipina. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Kepala kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tarempa memberi peringatan bagi para pemilik kapal untuk berlayar. 

Peringatan dini kepada kapal kayu maupun kapal penyeberangan antar pulau ini dikeluarkan setelah Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) mengeluarkan prediksi cuaca. 

Cuaca ekstrem diprediksi terjadi di Anambas akibat Topan Kammuri di sekitar Filipina

Adapun gelombang di wilayah Natuna dan laut Anambas mencapai 4.0-6.0 dengan kecepatan angin mencapai 3-30 Knot.

"Aktivitas pelayaran dari tanggal 4 hingga tanggal 7 Desember 2019 tidak dibenarkan melakukan pelayaran dari pelabuhan Tarempa ke pelabuhan tujuan," kata Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tarempa, Heru Supriyadi, S.H kepada tribunbatam.id melalui sambungan seluler, Kamis (5/12/2019).

Peringatan sementara ini, menurut Heru berlaku sampai peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG menunjukkan cuaca sudah aman untuk melakukan pelayaran.

Foto Berita penginapan di Tarempa - Kapal SB. Anambas Bermadah saat mencoba sandar di Pelabuhan Sri Siantan Kelurahan Tarempa Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri. Terlihat bangunan hijau Hotel Terempak Beach. Tribun/Septyan Mulia Rohman.
Foto Berita penginapan di Tarempa - Kapal SB. Anambas Bermadah saat mencoba sandar di Pelabuhan Sri Siantan Kelurahan Tarempa Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri. Terlihat bangunan hijau Hotel Terempak Beach. Tribun/Septyan Mulia Rohman. (TRIBUNBATAM.id/Septyan Mulia Rohman)

"Kalau dari BMKG ramalan cuaca sudah membaik kami cabut itu, jadi diperbolehkan untuk berlayar. Tapi kalau tanggal 6 Desember cuaca sudah membaik, aktivitas pelayaran kembali diperbolehkan," ucapnya.

Gelombang laut di Kabupaten Kepulauan Anambas memasuki peringatan waspada akibat dampak dari Topan Kammuri di sekitar wilayah Filipina. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kelas III Tarempa pun sudah mengeluarkan peringatan kepada masyarakat nelayan dan operator transportasi laut soal status waspada itu. 

Pihaknya mengimbau agar nelayan tidak melaut dulu karena cuaca ekstrem ini. 

"Kami sudah berikan peringatan agar waspada terhadap gelombang di perairan Bintan, Natuna, dan Anambas," kata Kepala Stasiun  Dudi Juhandinata kepada tribunbatam.id melalui WhastsApp,  Rabu (4/11/2019).

Menurut Dudi Juhandinata, BMKG Tarempa sudah memberi peringatan dini melalui siaran televisi yang diperbaharui setiap hari melalui siaran lokal. 

Kapal pompong di Pelabuhan Sri Siantan, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri Rabu (4/12/2019). BMKG mengeluarkan peringatan waspada dampak dari Topan Kammuri di sekitar Filipina.
Kapal pompong di Pelabuhan Sri Siantan, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri Rabu (4/12/2019). BMKG mengeluarkan peringatan waspada dampak dari Topan Kammuri di sekitar Filipina. (tribunbatam.id)

Pantauan tribunbatam.id di Pelabuhan Sri Siantan, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, ombak terlihat begitu kencang. Air laut pun terlihat pasang.  

Tidak terlihat adanya aktivitas kapal yang berlayar. Kapal kayu maupun speedboat hanya sandar di tepi pelabuhan. 

BMKG memprediksi, kecepatan angin di Laut Natuna Utara mencapai  20 knot di Laut Natuna Utara. Kecepatan angin ini memicu peningkatan gelombang laut.(tribunbatam.id/Rahmatika)

Penulis: Rahma Tika
Editor: Septyan Mulia Rohman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved