BATAM TERKINI

Tiap Minggu Taksi Online vs Konvensional Batam Ribut, 47 Red Zone Harus Dibuat SK Resmi

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Rustam Efendi meminta Dishub Kepri membuat aturan secara resmi terkait titik penjemputan taksi online.

Tiap Minggu Taksi Online vs Konvensional Batam Ribut, 47 Red Zone Harus Dibuat SK Resmi
Tribunbatam.id/Argianto DA Nugroho
Kisruh taksi online dan pangkalan di Pelabuhan Internasional Batam Centre 

Mereka tampak memaksa menurunkan Rizal dari atas mobil Calya.

Alasannya, karena mengambil penumpang dari dalam pelabuhan.

Sebelumnya, telah ada perjanjian tak boleh taksi online mengambil penumpang dari dalam.

 DISAKSIKAN Turis Asing, Begini Kronologi Baku Hantam Sopir Taksi Online dan Kovensional di Batam

"Itu hanya alibi saja . Turun saja dia," teriakan massa.

Di tengah kerumunan massa itu, seorang pria yang kerap disapa Tamba kena bogeman mentah.

Tamba ini teman Rizal.

Saat ada kerumunan massa, ia meminta agar Rizal tak dipukuli.

Hanya saja, teriakan yang lain mengatakan Tamba teman Rizal.

Hal ini memantik pemukulan kepada Tamba.

Muka Tamba bagian mata sebelah kanan membiru akibat bogeman mentah.

Tamba akhirnya diamankan polisi ke dalam pos.


Kronologi Baku Hantam Sopir Taksi Online dan Kovensional di Batam

Kisruh antara taksi online dengan taksi pangkalan di Pelabuhan Batam Center, Selasa (3/12/2019) akhirnya berhasil diredam oleh petugas kepolisian setempat.

Sebelumnya, terjadi baku hantam di antara mereka yang mengakibatkan Tamba, teman Rizal mengalami luka lebam.

Berdasarkan pengakuan dari beberapa driver taksi online kejadian itu bermula akibat ada rekan mereka yang dipersekusi oleh taksi pangkalan.

"Awalnya kawan kami mau jemput keluarganya di pelabuhan, pada saat itu keluarganya sudah menunggu, lalu ia pun menjemputnya. Padahal waktu itu ia bukan menggunakan aplikasi, namun saat tiba di sana ia mala dipersekusi," ujar Sembiring kepada Tribun.

"Kawan kami, Tamba (korban) pun kena pukul, iya sebagai kawan makanya kami pun datang ke sini," ujar Sembiring.

Saat ini Tamba (korban) sedang dibawa ketua ketua komunitas ke kantor Polsek KKP.

Pantauan TRIBUNBATAM.id, jalan raya tersebut dipadati para crew Taksi online.

Mereka memadati jalan raya hingga ke gerbang pelabuhan.

Adu mulut antar kedua pihak masih sedang berlangsung tepatnya di pintu masuk pelabuhan Batam Center.

Hingga saat ini petugas keamanan pelabuhan batam center dan Kepolisian KKP berupaya mekakukan negosiasi antar kedua belah pihak.

"Kami tak akam bubar sebelum pemukul kawan kami diambil, sampai malam pun kami akan tunggu di sini," kata mereka berteriak.


(tribunbatam.id/roma uly sianturi/argianto/leo halawa/bereslumbantobing)
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved