HARI ANTI KORUPSI 2019

Kamu Perlu Tahu, Ini Dia Pejabat BUMN yang Pernah Terlibat Kasus Korupsi di Indonesia

Ada beberapa pejabat BUMN yang pernah terjerat kasus korupsi, diantaranya Direktur Utama PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), Dirut PT PAL Indonesia

TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA/FREEPIK.COM
Hari anti korupsi sedunia 2019 

TRIBUNBATAM.id - Jelang peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, 9 Desember, tahukah kamu ada sejumlah pejabat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang pernah terjerat kasus korupsi.

Alhasil, merekapun harus mendekam di balik jeruji untuk menjalani masa hukumannya.

Salah satu mantan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir juga pernah terjerat kasus korupsi.

Namun dia divonis bebas oleh Majelis Hakim, Jakarta, Senin (4/11/2019).

Diketahui Sofyan Basir didakwa kasus dugaan pembantuan transaksi suap terkait proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Dihimpun dari berbagai pemberitaan Kompas.com, selain Sofyan ada beberapa pejabat BUMN lainnya yang pernah terjerat kasus korupsi:

 Sejak 2007, Mahkamah Agung Bebaskan 101 Narapidana Kasus Korupsi

1. Direksi PT PAL Indonesia

Melansir dari pemberitaan Kompas.com (10/07/2017), Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menetapkan tiga pejabat PT PAL Indonesia sebagai tersangka kasus dugaan menerima gratifikasi.

Pejabat-pejabat tersebut terdiri atas Direktur Utama PT PAL M. Firmansyah Arifin, Kepala divisi Perbendaharaan PT PAL Arief Cahyana, dan Direktur Keuangan PT PAL Saiful Anwar.

Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka setelah pengembangan penyidikan kasus dugaan suap pengadaan kapal Strategic Sealift Vessel (SSV).

Mereka diduga telah menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.

 Link Live Streaming Indonesia vs Laos, Osvaldo Haay Optimis Menang: Brunei Beri Kami Energi

2. Direktur Utama PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo)

Dikutip dari Kompas.com (03/02/2017), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Direktur Utama PT Jasindo Budi Tjahjono sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi.

Dugaan tersebut adalah terkait pembayaran kepada dua agen dalam penutupan asuransi minyak dan gas di BP Migas atas kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) tahun 2009-2012 dan 2012-2014.

Mantan Direktur Utama PT Jasindo Budi Tjahjono pun divonis 7 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan oleh majelis hakim pada Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (10/04/2019).

 Makin Dekat dengan Liga 3 Nasional, 757 Kepri Jaya FC Berencana Tambah Pemain

 3. Direktur PT Krakatau Steel

Direktur Produksi dan Teknologi PT Krakatau Steel Wisnu Kuncoro ditangkap oleh KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) di kawasan BSD City, Tangerang Selatan, Jumat (22/03/2019).

Wisnu didakwa menerima suap dengan total nilai sekitar Rp 101,7 juta dan 4.000 Dollar Singapura dari dua pengusaha, yaitu Kenneth Sutardja dari PT Grand Kartech dan Yudi Tjokro dari Group Tjokro.

Sementara itu, Alexander Muskitta diduga sebagai perantara dan penerima suap.

Dikutip dari Kompas.com (21/05/2019), kasus ini terkait rencana pengadaan barang dan peralatan oleh Direktorat Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel tahun 2019, yang masing-masing bernilai Rp 24 miliar dan Rp 2,4 miliar.

4. Direktur Utama PT PLN (Persero)

Melansir Kompas.com (23/04/2019), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir sebagai tersangka akibat kasus dugaan pembantuan transaksi suap terkait proyek pembangunan PLTU Riau-1.

KPK kemudian menahan Direktur Utama PT PLN nonaktif Sofyan Basir (SFB), Senin (28/5/2019). Penahanan ini dilakukan pasca Sofyan ditetapkan sebagai tersangka sebulan sebelumnya. 

Namun, Sofyan kemudian divonis bebas oleh Majelis Hakim Tipikor, Jumat (4/11/2019).

 Said Didu Tantang Nyali Ercik Thohir Copot Oknum di Garuda: Karena Etika Sudah Dilanggar

5. Direktur Keuangan Angkasa Pura II

Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II Andra Y Agussalam terjaring dalam opersi tangkap tangan yang dilakukan KPK pada Rabu (31/07/2019).

Diberitakan Kompas.com (02/08/2019), Andra diduga menerima suap terkait proyek Baggage Handling System yang dikerjakan oleh PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI).

6. Direktur Utama Perum Perindo

Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Risyanto Suanda terjerat kasus suap jatah impor ikan jenis frozen pacific mackerel atau ikan salem.

Ia terjaring dalam operasi tangkap tangan yang berlangsung pada Senin (23/9/2019).

Risyanto diduga menerima suap untuk mengatur kuota ikan salem dari perusahaan milik Mujib Mustofa, Direktur PT Navy Arsa Sejahtera, sebagaimana diberitakan Kompas.com (24/09/2019).

7. Direktur Utama PT INTI

Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI) Darman Mapanggara ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan kasus suap terkait proyek baggage handling-system.

Melansir dari Kompas.com (2/10/2019), Darman diduga memberikan suap kepada Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II Andra Y Agussalam untuk mengawal agar proyek Baggage Handling System (BHS) dikerjakan oleh PT INTI.

(Sumber: Kompas.com/ Robertus Belarminus, Fachri Fachrudin, Dylan Aprialdo Rachman, Ardito Ramadhan |Editor: Inggried Dwi Wedhaswary, Bayu Galih, Krisiandi, Diamanty Meiliana)

Artikel ini telah terbit di Kompas.com dengan judul Selain Sofyan Basir, Ini Pejabat BUMN yang Pernah Terjerat Korupsi

Editor: Dewi Haryati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved